0%
Rabu, 13 Desember 2023 17:52

Cerita Perjuangan Yeni Trimulyani Penyintas Kanker Serviks Berkat Meditasi

Editor : Gita Oktaviola
KANKER. Kisah Yeni Trimulyani seorang penyintasn kanker serviks yang sebuh karena melakukan meditasi. (Foto:IST/Portalmedia)
KANKER. Kisah Yeni Trimulyani seorang penyintasn kanker serviks yang sebuh karena melakukan meditasi. (Foto:IST/Portalmedia)

Sambil mengingat-ingat kembali, perlahan Yeni menyampaikan kalau waku itu, Indonesia sedang dilanda kasus Covid-19. Grafik masih tinggi. Dia sempat berpikir untuk melakukan operasi di luar negeri sebelum akhirnya memutuskan untuk tetap di Jakarta.

ASN yang berkerja di Kejaksaan Tinggi Banten itu kemudian melakukan meditasi. Aktifitas meditasi memang sudah dilakoninya sejak lama, sebelum divonis menderita kanker. Yeni merasa meditasi yang sering dilakukannya sebelum dan sesudah menderita kanker memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatannya.

“Dengan meditasi saya bisa mengatur konsentrasi dan juga emosi saya. Mungkin ini juga yang membuat saya tidak shocked saat dokter memvonis saya menderita kanker serviks,” cerita Yeni.

Operasi hanya langkah awal dalam proses pemulihan. Masih ada tahapan lain yaitu kemoterapi dan juga radiasi. Kemoterapi biasanya dilakukan tengah malam hingga pagi hari. Saat kemo, Yeni tetap melakukan meditasi.

“Biasanya, pasien yang habis kemo itu kehilangan selera makan dan yang pasti mual. Saya justru kebalikannya, tidak mual dan selera makan bertambah. Demikian pula biasanya rambut akan rontok bahkan botak namun itu semua tidak saya alami, saya bahkan bisa langsung melakukan aktivitas sehari-hari bekerja setelah kemo,” ungkap Yeni.

Kemoterapi, radiasi dan meditasi menjadi hal yang rutin dijalani Yeni sebagai penderita kanker serviks. Dia sama sekali tidak patah semangat dengan kondisinya itu.

“Saya memiliki penerimaan atau akseptensi yang tinggi bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri saya adalah buah atau akibat dari perbuatan saya pun demikian perbuatan baik maka akan berbuah kebaikan dan perbuatan buruk akan berbuah keburukan sehingga penyakit  yang terjadi pada saya merupakan buah dari perbuatan buruk yang telah saya lakukan di masa lalu," bebernya.

"Mungkin karena saya kurang menjaga kesehatan ataupun batin sehingga dengan memiliki penerimaan terhadap yang terjadi pada diri kita sebagai akibat perbuatan kita maka kita akan menjadi lega dan tidak akan blaming others or situation (tidak menyalahkan orang lain dan keadaan atas peristiwa apapun yg terjadi pada diri kita, seburuk apapun) kesadaran dan penerimaan demikian saya per oleh Lewat berlatih dan menjalankan meditasi, saya bisa menjadi lebih fokus dan juga bahagia,” jelas Yeni.

Yeni juga mengungkapkan salah satu manfaat dari meditasi, khususnya smile meditation, dimana praktek smile meditation melatih kita untuk tersenyum dan senyuman itu ternyata bisa menghasilkan hormon Betha endhorpine yang 200 kali lebih kuat dari morphin yang biasa digunakan untuk mengurangi rasa sakit kepada pasien penderita kanker,” ujar Yeni.

Setelah lima bulan menjalani kemoterapi dan juga radiasi, Yeni dinyatakan bebas dari kanker serviks.

“Padahal, pasien lain yang juga dirawat bersamaan dengan saya masih ada yang menjalankan proses kemo dan radiasi, tapi saya oleh dokter dinyatakan sudah bebas dari kanker serviks. Dokter juga sangat gembira saya bisa pulih secepat itu,” kata Yeni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar