0%
Selasa, 28 Oktober 2025 10:13

KPK Klaim Sudah Selidiki Whoosh Sejak Awal 2025

Editor : Agung
Kereta cepat Whoosh
Kereta cepat Whoosh

Sebelumnya, Mahfud menyentil dugaan mark up proyek Whoosh dalam akun YouTube Mahfud MD Official.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeklaim dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh sudah masuk dalam penyelidikan sejak awal 2025. Tapi KPK ogah merinci sudah sejauh mana proses penyelidikannya.

KPK menyatakan proses penyelidikan perlu dilakukan di ruang gelap. Sehingga KPK belum memberi informasi soal proses penyelidikannya menyasar siapa.

"Ya benar, jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK. Sehingga karena memang masih di tahap penyelidikan, informasi detil terkait dengan progres atau perkembangan perkaranya, belum bisa kami sampaikan secara rinci," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (27/10/2025).

Baca Juga : KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers, Ikuti KUHAP Baru

KPK mengeklaim penyelidikan ini sudah dilakukan sejak awal 2025. Dengan begitu, KPK memberi sinyal bahwa penyelidikan dilakukan sebelum viral dugaan mark up itu.

"Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun," ujar Budi.

KPK terus mengimbau kepada masyarakat siapapun yang memiliki informasi ataupun data yang terkait dengan hal tersebut, bisa menyampaikan kepada KPK. Pesan ini termasuk untuk mantan cawapres 2024 sekaligus mantan menko polhukam Mahfud MD.

Baca Juga : DPR Apresiasi Langkah KPK Kembalikan Uang Rampasan Kasus Taspen

"Tentu setiap informasi dan data, baik yang disampaikan melalui saluran pengaduan masyarakat, itu tentu juga bisa menjadi pengayaan bagi tim, untuk menelusuri dan mengungkap perkara ini," ujar Budi.

Sebelumnya, Mahfud menyentil dugaan mark up proyek Whoosh dalam akun YouTube Mahfud MD Official. Mahfud mengendus adanya selisih antara biaya pembangunan versi Indonesia dan versi China.

Mahfud menyebut kalkulasi versi Indonesia di angka sekitar 52 juta dolar AS per kilometer. Padahal dari hitungan pihak China hanya sekitar 17–18 juta dolar AS per kilometer. Oleh karena itu Mahfud mencurigai kenaikan tiga kali lipat dari biaya yang mestinya dikucurkan.

Baca Juga : Jufri Rahman Dorong OPD Proaktif Percepat Penginputan MCSP Bersama KPK

Mahfud mengatakan, kalau KPK berniat menyelidiki soal Whoosh, KPK tak usah menunggu laporan darinya. Menurut Mahfud, KPK cukup memanggilnya untuk dimintai keterangan.

"Panggil saja saya, bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan. Saya akan tunjukkan," kata Mahfud dalam akun X pribadinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar