0%
karangan bunga makassar
Jumat, 23 September 2022 07:58

Maling Teriak Maling, Cerita Rangkaian Intimidasi Hukum dalam Kasus Pasutri Dihajar Bos Pabrik Tepung

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Korban penganiaayaan, Amiruddin Malik dan kuasa hukum saat memperlihatkan sejumlah bukti dugaan penganiayaan. Foto: Portalmedia/Reza
Korban penganiaayaan, Amiruddin Malik dan kuasa hukum saat memperlihatkan sejumlah bukti dugaan penganiayaan. Foto: Portalmedia/Reza

Pasutri, RA dan AM harus terlibat dalam kasus Maling Teriak Maling. Bagaimana tidak, RA dan AM yang sedari awal adalah korban, justru dibuat menjadi tersangka oleh Irfan Wijaya, bos salah satu pabrik tepung di Makassar.

dewanpers

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, ungkapan ini mungkin sama atau hampir sama yang dirasakan wanita bernama Riski Amaliah (RA) dan suaminya Amiruddin Malik (AM). 

Bagaimana tidak, Pasutri ini dipastikan terlibat dalam kasus Maling Teriak Maling. RA yang justru menjadi korban dugaan penganiayaan namun malah ikut ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Gowa.

iklan pdam

Sekadar diketahui, kasus dugaan yang menimpa RA dan sang suami Amiruddin Malik (AM) telah bergulir sejak bulan Apri 2022. Kasus ini pun sudah sampai di meja Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa, dengan berbagai pelomiknya.

Baca Juga : Bupati Gowa Respons Perilaku Warganya yang Beri Kopi Saset ke Bayinya Hanya Demi Royalti

Pasangan Suami-Istri (Pasutri) ini mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pria bernama Irfan Wijaya yang dikenal sebagai bos pabrik tepung, dengan posisi manajer di PT Eastern Pearl Flour Mills, Kota Makassar.

Ditemui Portalmedia, wanita tiga anak ini menceritakan keganjalan hingga dugaan initimidasi yang dilakukan oknum penyidik Polres Gowa dalam perjalanan kasus yang menimpanya.

Kejadian berawal pada 9 April 2022, saat itu Pasutri dan rekannya mendatangi kediaman Irfan yang terletak di wilayah Desa Taeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga : Ditangkap di Enrekang, Akhir Pelarian Pasutri Bos Investasi Bodong Setelah DPO Setahun Lebih

Di sana, kedatangan mereka nampaknya disambut kurang baik oleh Irfan yang bersikap arogan. Tak lama, saat perbincangan mulai memanas, Irfan disebut melayangkan tamparan terhadap AM.

Tak sampai di situ, Irfan juga melakukan pengeroyokan terhadap AM dan rekannya. Saat keadaan sudah kacau RA berteriak histeris yang menyaksikan kejadian itu.

Merespons jeritan RA, Irfan langsung melayangkan hantaman ke wajah RA. Warga yang mendengar ribut-ribut itu pun berusaha menyelamatkan pasutri tersebut.

Baca Juga : Soal Ruas Jalan Depan Puskesmas Samata yang Rusak Parah, Pemprov Sulsel Janji Perbaiki Bulan Depan

Seusai insiden pemukulan, RA dan AM pun langsung menuju ke Polres Gowa untuk membuat laporan kejadian yang baru saja dialaminya. Namun, ternyata petugas yang berada di Mapolres Gowa sempat menolak laporan pasutri itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer