0%
Selasa, 24 Februari 2026 14:26

Makassar Siaga Banjir, BPBD Evakuasi Warga dan Siagakan Perahu Karet

Editor : Kimel
Proses evakuasi oleh BPBD Kota Makassar.
Proses evakuasi oleh BPBD Kota Makassar.

Titik terparah terpantau di Jalan Sermani, Kecamatan Panakukang, di mana ketinggian air mencapai 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar, sejak dini hari, Selasa (24/2/2026), menyebabkan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah.

Titik terparah terpantau di Jalan Sermani, Kecamatan Panakukang, di mana ketinggian air mencapai 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan, banjir mulai menggenangi pemukiman warga sejak pukul 06.10 WITA.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Makassar, Munafr Arifuddin, langsung menginstruksikan seluruh jajaran hingga tingkar RT/RW untuk siaga penuh.

Berdasarkan data BPBD Makassar, berikut adalah sebaran titik genangan hingga pagi tadi, di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter.

Sementara itu, di Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, ketinggian air bervariasi antara 0 hingga 30 sentimeter dan sempat menyebabkan akses kendaraan tidak dapat dilalui.

Genangan juga terpantau di Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala, dengan ketinggian air sekitar 0 hingga 20 sentimeter.
Sementara, di wilayah Kelurahan Kapasa RW 6, ketinggian air tercatat mencapai sekitar 30 sentimeter.

Adapun di Terowongan Rappokalling, genangan setinggi kurang lebih 40 sentimeter berada dalam pengawasan ketat petugas guna mengantisipasi potensi kemacetan maupun risiko keselamatan pengguna jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyatakan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan.

"Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami dari BPBD melalui TRC mendirikan posko dan melakukan evakuasi warga di sejumlah titik banjir," ujarnya.

"Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa," lanjutnya.

Dia menambahkan, sebagai bentuk koordinasi. BPBD Kota Makassar juga berkoordinasi intensif dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait lainnya agar penanganan dapat berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi.

"Sejumlah peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan, kami telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air," terangnya.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengidentifikasi bahwa tumpukan sampah menjadi penyebab utama lambatnya air surut di beberapa titik, salah satunya di Jalan Rappokalling Raya.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir,
megatakan pihaknya telah menurunkan dua kelompok Satgas Drainase untuk membersihkan sumbatan.

Pihak PU, langsung menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Drainase begitu menerima laporan adanya genangan di lokasi tersebut.

"Alhamdulillah, setelah dilakukan pembersihan, air sudah mulai surut. Kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan aliran air kembali normal," tukasnya.

Pemerintah Kota Makassar memgimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan meminta masyarakat untuk melaporkan kondisi darurat melalui layanan pengaduan BPBD atau kanal resmi Pemkot Makassar. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer