PORTALMEDIA — Menatap kota bukan lagi sekadar dari balik kaca kendaraan atau lembaran peta teknis semata. Melalui gerakan global Jane’s Walk 2026, masyarakat Makassar diajak turun langsung ke jalan untuk merasakan ritme, suara, hingga kenyamanan ruang hidup mereka. Mengusung tema “From Street to Sea”, gelaran tahun kedua ini sukses dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 15.00–18.00 WITA.
Kegiatan ini lahir dari kolaborasi apik antara Laboratorium Perencanaan Infrastruktur dan Transportasi bersama Laboratorium Perencanaan dan Pembangunan Kota Tepian Air Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Hasanuddin, serta Walkable Placemaking Indonesia.
Terinspirasi dari pemikiran aktivis urban legendaris, Jane Jacobs, mengenai pentingnya ruang publik yang inklusif dan ramah pejalan kaki, aksi jalan kaki bersama ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum.
Para peserta menempuh rute sepanjang 3,3 kilometer yang merepresentasikan transformasi Kota Makassar. Perjalanan dimulai dari kawasan historis Benteng Fort Rotterdam, menyusuri nadi aktivitas kota di sepanjang Jalan Penghibur, hingga berakhir di kawasan modern tepian air Sunset Quay, Centre Point of Indonesia (CPI).
Sepanjang perjalanan, koridor ini tidak hanya menjadi lintasan fisik melainkan ruang diskusi interaktif yang hidup. Peserta diajak melakukan pengamatan komprehensif yang mengaktifkan seluruh indera manusia. Dari aspek visual, peserta mengamati tata bangunan, lanskap pesisir, dan pencahayaan kota. Sementara dari aspek pendengaran, mereka merasakan kontras antara bising kendaraan, kehangatan interaksi sosial, hingga deburan ombak kawasan waterfront. Pengalaman berjalan kaki ini juga diarahkan untuk memahami kenyamanan termal, aroma lingkungan, ritme pergerakan, serta persepsi rasa aman pejalan kaki.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr.-Ing. Venny Veronica Natalia, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Jane’s Walk menjadi salah satu bentuk advokasi dan media edukasi sekaligus ruang dialog publik untuk melihat kota dari perspektif pengguna jalan kaki. Menurutnya, pengalaman berjalan kaki memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami kualitas ruang kota secara nyata dan utuh, sehingga dapat menghadirkan perspektif yang lebih humanis dalam setiap proses perencanaan dan pengembangan kota ke depan.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, penyelenggara berharap Jane’s Walk di Makassar dapat terus bergulir secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan untuk membangun budaya berjalan kaki. Melalui dialog langsung di atas trotoar ini, kegiatan ini diharapkan mampu memantik kolaborasi dan sinergi yang lebih erat antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Makassar yang lebih inklusif, nyaman, sehat, dan ramah bagi semua pengguna ruang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News