0%
karangan bunga makassar
Sabtu, 08 Oktober 2022 22:01

Soal Kasus Pemukulan Bos Tepung, Haris Azhar: Polres Gowa Masuk Angin Butuh Dikerok Komnas HAM

Penulis : Andi Al Fath
Editor : Rahma
Mantan Koordinator Komisi Anti Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, Haris Azhar
Mantan Koordinator Komisi Anti Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, Haris Azhar

Haris Azhar menyebut Gowa sudah terpapar pandemi polisi yang tidak berperspektif korban.

dewanpers

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) dan mantan Koordinator Komisi Anti Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, Haris Azhar angkat bicara terkait kasus pemukulan bos salah satu perusahaan pabrik tepung di Makassar bernama Irfan Wijaya.

Ia mengatakan bahwa polisi dalam hal ini Polres Gowa disebut tidak melihat secara menyeluruh kasus tersebut. "Polisi Picik dalam menangani kasus ini," tegasnya kepada Portal Media ketika ditemui selepas acara Diskusi dan Peluncuran Buku 'Mencintai Munir' di Rumata Artspace, Sabtu (8/10/2022).

iklan pdam

"Kasus kayak gini banyak, itu polisinya masuk angin itu, butuh dikerok dia sama Komnas HAM," lanjutnya.

Baca Juga : Bayi yang Diberi Kopi Saset di Gowa Diungsikan di Rumah Sosial, Sang Ibu Jalani Perawatan

Dosen di Universitas Trisakti ini menuturkan bahwa polisi tersebut yang menetapkan korban sebagai tersangka tidak memiliki perspektif hukum yang benar dalam menangani kasus laporan penganiaya.

"itu berarti polisinya tidak memiliki perspektif hukum dan perspektif korban yang benar, masa yang korban dijadiin terpidana, jadi itu kasus kayak gini banyak di Indonesia," bebernya.

Tambahnya, dengan kasus seperti ini ia menegaskan bahwa Gowa sudah terpapar pandemi polisi yang tidak berperspektif korban.

Baca Juga : Ibu yang Beri Kopi Saset pada Bayinya, Bakal Jalani Tes Kejiwaan

"Membuat akses keadilan warga, korban terhalangi jadi makin menderita, sangat disayangkan Gowa terpapar Pandemi polisi yang tidak berperspektif korban, udah jadi Pandemi, dimana-mana polisi sekarang membahayakan korban," ungkapnya.

Dan menurutnya obat bagi polisi seperti ini menurut Haris belum ada."Gowa juga terkena pandemi tersebut dan sayangnya belum ada vaksinnya, belum ada vaksin untuk memperbaiki polisi yang terkena Pandemi gagal berperspektif korban," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pasangan suami istri Amiruddin Malik (AM) dan Reski Ameliah (RA) Pasutri yang berselisih paham dengan salah seorang Bos Pabrik Tepung di Makassar, yaitu Manajer PT Eastern Pearl Flour Mills, Irfan Wijaya. 

Baca Juga : Viral Ibu Beri Kopi Saset ke Bayinya, Polres Gowa Kedepankan Restorative Justice

Irfan Wijaya diduga memukuli pasutri tersebut karena bersilang pendapat, namun naas malah pasutri yang dijadikan tersangka bahkan sang istri juga dijadikan DPO padahal sedang dirawat di rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar