Brutal! El Nino Ancam Pangan RI, Harga Beras Berangsur Naik
Tak hanya itu, imbas lain yang dihadapi Indonesia adalah langkah eksportir nomor satu komoditas pangan yakni India, yang melarang ekspor beras non Basmati ke luar negeri.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Akibat kekeringan yang menghantam hampir semua daerah di Indonesia, panen pun banyak mengalami kegagalan. Alhasil, krisis beras menghantui hingga harga pun berangsur naik.
Tak hanya itu, imbas lain yang dihadapi Indonesia adalah langkah eksportir nomor satu komoditas pangan yakni India, yang melarang ekspor beras non Basmati ke luar negeri.
Kondisi El Nino yang diperkirakan datang pada Agustus hingga September mendatang diprediksi akan memperparah kondisi pangan khususnya beras.
Baca Juga : Terima Audiensi PWI Sulsel, Plt Dirut PDAM Makassar Bahas Mitigasi Pelayanan Air di Tengah El Nino
Harga beras juga diramal akan meningkat seiring melemahnya produksi akibat kekeringan. Ini juga terjadi di negara-negara penghasil beras.
Indeks Harga Beras Organisasi Pangan dan Pertanian untuk Juli naik 2,8% menjadi 129,7 poin. Angka tersebut naik 19,7% dibandingkan tahun lalu, dan nilai nominal tertinggi sejak September 2011, data dari FAO menunjukkan kenaikan harga paling tajam datang dari Thailand.
India juga telah melarang ekspor beras putih non-basmati pada 20 Juli karena pemerintah berusaha untuk membatasi kenaikan harga pangan di dalam negeri.
Baca Juga : PDAM Makassar Pastikan Layanan Air Masih Aman, Prediksi 30 Hari Disebut Skenario Kemarau Ekstrem
Larangan tersebut dapat membuat harga yang sudah tinggi melonjak lebih tinggi lagi dan tentunya bisa memperburuk kerawanan pangan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada beras, prediksi firma analitik pertanian Gro Intelligence dalam laporan terbarunya.
Mengutip CNBC International, Minggu (13/8) Indeks Harga Beras Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) per Juli 2023 naik 2,8 persen menjadi 129,7 poin.
Angka tersebut menandai kenaikan 19,7 persen dibandingkan tahun lalu, dan nilai nominal tertinggi sejak September 2011, menurut data dari FAO.
Baca Juga : BMKG Prediksi Suhu Panas di Indonesia Hingga September 2024
FAO mencatat, harga beras paling tajam terjadi di Thailand.
“Kekhawatiran atas potensi dampak El Nino pada produksi di beberapa pemasok memberikan dorongan lebih lanjut terhadap harga, begitu pula gangguan yang disebabkan oleh hujan dan variabilitas kualitas dalam panen musim panas-musim gugur di Vietnam yang sedang berlangsung,” kata FAO dalam laporannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News