Geliat Sektor Tambang Dongkrak Ekonomi Sulsel hingga 20%

ist

Peran sektor ekonomi tambang kan memang sudah menjadi penggerak terbesar hingga lebih 20%

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada Juli 2023 mengalami pertumbuhan hingga 8.09% (qtq). Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertambangan yang semakin menggeliat.

Menanggapi hal tesebut, Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Marzuki Dea mengatakan, peran serta pertambangan dalam menggenjot ekonomi Sulsel merupakan kondisi wajar.

"Peran sektor ekonomi tambang kan memang sudah menjadi penggerak terbesar hingga lebih 20%," ucapnya melalui sambungan telepon, Senin (14/8).

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

Pertumbuhan ini dapat dimaklumi katanya. Apalagi, pemerintah sedang memaksimalkan kebijakan untuk mendorong hilirisasi industri pengolahan hasil tambang, nikel khususnya.

"Hal ini menggambarkan bahwa sektor tambang punya potensi besar sebagai penyumbang terbesar pada indikator Produk Domestik Regional Brito (PDRB) Sulsel," bebernya.

Tapi secara faktual lanjut Prof Marzuki, hal tersebut bisa juga menjadi bumerang untuk Sulsel. Kalau beberapa sektor penggerak ekonomi unggul lainnya tidak berkembang.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

"Utamanya sektor pertanian. Lalu sektor industri olahan lainnya seperti sektor perdagangan, dan sektor transportasi komunikasi," pungkasnya.

Nah, jika sektor unggulan tersebut monoton, maka secara nominal pertumbuhan bisa saja tinggi, tapi tidak berdampak positif bagi peningkatan kapasitas produksi.

"Bukan cuma itu, transaksi pada sektor unggulan tersebut akan berdampak kurang baik bagi indikator makro ekonomi lainnya, terutama dalam upaya mengurangi pengangguran dan tingkat kemiskinan di Sulsel," terangnya.

Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang

Selanjutnya, jika ditelisik dari istilah ekonomi, beberapa daerah ekploitasi tambang akan meningkat.

"Artinya, pertumbuhan tambang meningkat, tapi tidak dinikmati hasilnya oleh masyarakat lokal. Jadi, hanya dinikmati pihak pengusahanya saja," pungkas Prof Marzuki.

Inilah masalah utama yang harus juga jadi pertimbangan bagi otoritas pemerintah jika ingin mendorong peningkatan produksi hasil industri pertambangan tersebut.

Baca Juga : Tim Medis Pemprov Sulsel Jadi Garda Terdepan Penanganan Korban Banjir Aceh

"Diantarnya dengan cara membuat aturan ketat untuk para pengusaha tambang atau smelter khususnya untuk menyiapkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun pemberdayaan usaha masyarakat lokal," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru