Surya Paloh Bantah Nasdem Tolak AHY Jadi Cawapres Anies

ist

Paloh menyebut AHY sebagai adiknya. Oleh sebab itu, ia berharap AHY dapat menjadi pemimpin muda yang bersinar di masa mendatang.

PORTALMEDIA.ID - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan tidak pernah ogah dengan situasi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) yang mendampingi Anies Baswedan, bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Hal itu ia sampaikan merespons kemungkinan NasDem tak setuju dengan hal tersebut sehingga membuat kesepakatan baru dengan PKB untuk memasangkan Ketum Muhaimin Iskandar ke Anies.

"Tidak pernah. Saya tidak pernah menyatakan tidak setuju kepada mas AHY," ujar Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (2/9/23).

Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan

"Sungguh saya harus katakan itu," Paloh menegaskan.

Paloh menyebut AHY sebagai adiknya. Oleh sebab itu, ia berharap AHY dapat menjadi pemimpin muda yang bersinar di masa mendatang.

"Dia adik saya. AHY sebagai seorang adik, orang muda, pemimpin muda yang saya harapkan. The rising star ke depan nantinya harusnya," kata Paloh.

Baca Juga : Muda Bergerak Sulsel Ajak Pemuda Bersatu Menggerakkan Perubahan

Anggota Tim 8 KPP Sudirman Said sebelumnya mengakui Anies sempat mengantongi satu nama bakal cawapres pendampingnya. Nama itu adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sudirman menyebut keputusan itu diambil pada Juni lalu.

Kendati demikian, nama itu belum disepakati tiga partai koalisi. Sebagian meminta agar nama cawapres segera diumumkan. Di sisi lain, ada yang meminta agar cawapres tak perlu diputuskan terburu-buru.

KPP merupakan gabungan dari Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS. Mereka sepakat mengusung Anies dalam Pilpres 2024. Hingga saat ini, Anies belum mengumumkan secara resmi sosok yang akan mendampinginya sebagai cawapres di Pilpres 2024.

Baca Juga : Surya Paloh Nilai Peningkatan Kursi NasDem Bukti Kekuatan Gerakan Perubahan

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya pada Kamis (31/8/23) mengatakan Anies menyetujui kerja sama dengan Partai NasDem dan PKB di Pilpres 2024 secara sepihak.

Kerja sama itu dibangun untuk mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Riefky menyebut informasi itu berasal dari juru bicara Anies, Sudirman Said, dan kini partainya merasa dikhianati akan hal tersebut.

Padahal, kata dia, Anies menghubungi Demokrat pada 12 Juni dan berkata pada AHY sudah beberapa kali dihubungi ibu dan guru spiritualnya untuk segera berpasangan dengan Ketum Demokrat itu dalam Pilpres 2024.

Baca Juga : Surya Paloh Ajak Lihat Secara Objektif Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi atau pengumuman resmi mengenai duet Anies dan Cak Imin, baik dari PKB, NasDem atau Anies sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru