Program Balla' Barakka, Cara Polrestabes Makassar Tekan Kriminalitas di Kalangan Pemuda
Balla' Barakka' ini mencoba mengalihkan kebiasaan buruk anak muda Makassar ke hal positif.
PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR- Tingkat kriminalitas di Makassar sebagai kota metropolitan dengan luas wilayah175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa terus meningkat.
Kota Daeng dengan julukan sebagai kota ke tujuh terbesar di Indonesia ini kriminalitas seperti begal, jambret, rampok, tawuran, hingga balapan liar menjadi ancaman keamanan warga.
Seperti baru-baru ini, perang kelompok pecah di Jalan Adipura Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Senin (28/8/2023) malam. Dari informasi, perang kelompok tersebut diduga melibatkan antar suporter usai menyaksikan laga pertandingan PSM Makassar melawan Persis Solo.
Baca Juga : LONTARA+: Membedah DNA Birokrasi Makassar, Dari 358 Aplikasi Menuju Pelayanan Super Cepat
Perang antar pemuda itu sontak viral karena terekam video amatir warga setempat dan pengendara yang melintas. Belakangan terkuak, perang kelompok tersebut melibatkan suporter dari CSM dan Makassar Fans.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib, mengaku terus melakukan upaya untuk meredam dan menekan angka kriminalitas tersebut. Salah satunya melalui program Balla' Barakka'.
Program yang dijalankan sejak Ngajib menjabat ini menyediakan wadah bagi anak-anak muda yang putus sekolah di kota Makassar untuk tetap bisa menimba ilmu. Baik ilmu agama maupun umum.
Baca Juga : Sejak Diluncurkan, LONTARA+ Tampung 2.106 Aduan Warga Makassar
Selain Balla' Barakka', Ngajib juga mencoba mengalihkan kebiasaan buruk anak muda Makassar yang sebelumnya gemar tawuran, kini diarahkan untuk memanfaatkan potensinya.
"Ini kita resmikan Pajama Barakka'. Mereka yang belum memiliki pekerjaan, kita beri wadah dengan nama Pajama Barakka'. Tempat cuci motor. Hasilnya ini diperuntukkan untuk anak-anak di sini," ujar Ngajib saat meresmikan tempat cuci motor di Jalan Anggrek Raya, Kecamatan Panakkukang, Selasa (5/9/2023).
'Ini bisa mengalihkan dari yang negatif ke positif. Sebelumnya misalnya suka tawuran, balap liar, bisa beralih dan bekerja sekaligus membantu orangtuanya," sambung mantan Kapolrestabes Palembang itu.
Baca Juga : Petakan Wilayah Rawan, Munafri Gandeng TNI–Polri Amankan Pemilihan RT/RW
Ngajib meminta kepada anak-anak muda yang bakal bekerja di tempat tersebut, untuk tidak lupa menyisihkan penghasilan kepada orang tua.
"Saya pesan, bantu orang tua Jika ada lebih. Sedekahkan kepada yang lain juga jika ada lebihnya. Mudah-mudahan ini membawa berkah bagi kita semua," imbuhnya.
Selain tempat cuci motor, Ngajib juga bakal menyediakan tempat pembuatan sembako bagi para anak muda.
Baca Juga : Munafri Apresiasi Pemusnahan 20 Kg Narkotika Polrestabes, Komitmen Wujudkan Makassar Aman
"Saya minta untuk dicarikan tempat pembuatan batako. Ini agar anak-anak yang belum bekerja, kita siapkan lagi wadah lain yaitu tempat pembuatan batako," kuncinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News