Aksi Preman Peras Penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar Viral di Medsos: Ancam Senjata saat Minta Uang 200 Ribu
Aksi pemerasan itu tengah dalam penyelidikan Polres Pelabuhan Makassar
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Aksi premanisme di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar viral di media sosial (Medsos). Seorang penumpang diancam dengan senjata tajam saat dimintai uang senilai Rp200 ribu saat dijemput oleh saudaranya.
Kasat Reskrim Polres Pel Makassar,abuhan Iptu Firman mengaku saat ini pihaknya tengah menyelidiki video yang tengah viral tersebut. Dugaan pemerasan itu kata dia tengah dalam penanganannya.
"Jadi untuk sementara kita selidiki dulu kebenaran video tersebut. Kita sudah turunkan anggota di lapangan untuk mencari kebenaran video tersebut," tandasnya.
Baca Juga : Jelang Perayaan Nataru, Polres Pelabuhan Makassar Perketat Pengamanan Gereja
Sebelumnya, korban aksi pemerasan yang tengah viral itu diketahui bernama Fajar. Awalnya Fajar meminta saudaranya untuk menjemputnya di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Saat tiba pelabuhan, kakak korban sudah berada di depan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Korban naik ke mobil kakaknya.
Namun saat mereka sudah hendak meninggalkan Pelabuhan Soekarno-Hatta, tiba-tiba datang orang tak dikenal (OTK) meminta sejumlah uang.
Baca Juga : Jelang Nataru, Polres Pelabuhan Makassar Tingkatkan Patroli Antisipasi Tindak Kejahatan
"Pas lagi naikin barang tiba-tiba ada beberapa orang datang nanya-nanya mau kemana? awalnya saya kira sopir taksi lagi nyari penumpang tapi kok makin lama makin kasar nada bicaranva sambil bilang 'AHN-nya mana? tabe AHN-nya mana?" saya juga tidak tau apa yang dimaksud, setelah di tanya apa itu AHN mereka jawab "tabe pak, namanya juga pelabuhan, butuhki makan" dengan nada aga kasar," kata Fajar dalam postingan media sosial.
Karena merasa tidak punya kepentingan, Fajar kemudian menolak untuk memberi uang Rp200 ribu. Namun tiba-tiba orang tersebut mengambil senjata tajam dan mengancam korban.
"Kami tolak mereka ambil kayu dan juga keluarin sajam kalau nda salah liat buat ngancam, katanya "cepat pak, saya nda mau ribut, ayo cepat!"," ujarnya.
Baca Juga : LONTARA+: Membedah DNA Birokrasi Makassar, Dari 358 Aplikasi Menuju Pelayanan Super Cepat
Tak hanya itu, kawanan preman yang berjumlah lebih dari satu orang tersebut kemudian mencegat mobil dari kakak korban.
"Mereka ada yang jaga di depan mobil kakak saya, di belakang dan juga ada yang pegang pintu mobil agar tidak ditutup sampai kami kasi uang, mereka minta uang 200k tapi kami tolak, jadi kami kasi 100k saja supaya mereka mau lepas kami," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News