Kecam Pelanggaran HAM di Pulau Rempang, Aliansi Mahasiswa Unsa Makassar Gelar Aksi
Mereka menuntut agar pemerintah menghentikan penggusuran warga di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.
PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Masjid Raya, Jumat (29/9/2023).
Mereka menuntut agar pemerintah menghentikan penggusuran warga di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.
Jenderal Lapangan Aksi, Abd Kadir mengatakan, insiden yang terjadi di Pulau Rempang adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Baca Juga : Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat di Era Presiden Jokowi Melorot Tajam
"Apa yang terjadi di Pulau Rempang adalah pelanggaran HAM yang sangat nyata, namun pemerintah terkesan menutup mata," ucap Kadir dalam orasinya.
"Malahan pelanggaran HAM di Indonesia semakin bertambah dan semakin tidak ada keadilan di negeri ini," lanjutnya.
Kadir juga menyayangkan statement Predisden Jokowi yang dianggap tak sungguh-sungguh menyesaikan kasus HAM di Indonesia.
Padahal Undang-undang dasar 1945 pasal 28 ayat 5, kata Kadir, menegaskan bahwa perlindungan, penegakan dan pemenuhan HAM adalah taggung jawab negara.
"Namun faktanya di lapagan pemerintah lebih pro teradap investor asing sehingga masyarakat yang mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan malah dilirik oleh pemerimtah. Bahkan pemerintah sendiri yang melakukan pelanggaran HAM," pungkasnya.
Selain mengelar orasi, massa aksi juga memblokade sebagian jalan dan membakar ban bekas, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Raya mengalami kepadatan yang cukup panjang.
Baca Juga : UNSA Makassar Ikur Meriahkan Expo Pendidikan LLDIKTI IX Sultanbatara
Meski demikian, aksi mahasiswa beralmamater hijau ini, dikawal anggota kepolisian dari Polsek Bontoala Makassar.
Adapun tuntutan massa aksi yaitu menolak penggusuran paksa warga Pulau Rempang, mengecam keras tindakan represif aparat terhadap warga Pulau Rempang, menuntut keras pemerintah untuk mengembalikan hak-hak warga Pulau Rempang yang hilang dan menolak investor asing yang bermain dalam pembangunan Pulau Rempang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News