Kamboja dan Filipina Jadi Pusat Judi Online Indonesia, Pemerintah Terus Lakukan Pemblokiran
Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mempersempit ruang gerak para pelaku dan pengembang aplikasi judi online di Indonesia.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Komunikas dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, mengungkapkan, praktik judi online masih bermunculan di Indonesia. Sementara pusatnya, berasal dari dua negara tetangga, yaitu Kamboja dan Filipina.
"Mereka (pelaku judi online) kan pindah-pindah IP adress-nya, tapi saat ini kami sudah tahu kalau pusatnya itu di Kamboja dan Filipina. Kami terus berusaha menutup itu," ungkap Budi di Jakarta, dikutip Sabtu, 21 Oktober 2023.
Budi menyatakan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mempersempit ruang gerak para pelaku dan pengembang aplikasi judi online di Indonesia. Mulai dari pemblokiran akses konten judi online di ruang digital hingga penutupan akses perbankan yang diduga digunakan untuk transaksi judi online.
Baca Juga : Jaga Keharmonisan Internal, Gerindra Makassar Tolak Keras Budi Arie Gabung Gerindra
"Promosinya kita cegat, rekeningnya kita blokir, operator seluler juga sudah sama-sama kami memantau, mereka pakai dari luar negeri nomornya. Kita antisipasi terus, namanya dunia serba terbuka," jelasnya.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut turut berdampak pada jumlah konten hingga ruang para pembuat situs judi online menurun secara signifikan di Indonesia. Pihaknya menyatakan akan terus memberantas judi online, sehingga ruang digital lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berusaha semaksimal mungkin, tapi namanya teknologi kan kecanggihan lawan kecanggihan. Tapi ya jelas intinya ekosistemnya sudah kami buat tidak kondusif, lah, begitu. Itu langkah serius kami," katanya. (*)
Baca Juga : Relawan Jokowi Dukung Budi Arie Kembali Pimpin Projo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News