Hingga Oktober 2023, Total Investasi yang Masuk ke IKN Capai Rp31,46 Triliun
Masuknya investasi ke IKN harus dibarengi aturan yang jelas terkait perizinan hingga benefit yang jelas bagi investor yang telah menanamkan modalnya di Ibu Kota baru tersebut.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Sampai Oktober 2023, total investasi yang masuk untuk proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantar, sudah mencapai Rp31,46 triliun. Namun jumlah tersebut masih jauh dari total kebutuhan investasi pembangunan IKN yang mencapai Rp 460 triliun lebih.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy, mengatakan, pembangunan IKN bisa menggunakan beragam alternatif pembiayaan. Selain menggunakan APBN, pembangunan IKN bisa menggunakan skema pembiayaan campuran antara pemerintah dan swasta atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Semakin banyak investor asing atau investor swasta dalam negeri yang menanamkan modalnya di IKN, lanjutnya, tentu akan meringankan beban APBN untuk pembangunan IKN.
Baca Juga : Media Inggris Soroti IKN Terancam Jadi 'Kota Hantu'
"Sehingga, anggaran yang tadinya disiapkan untuk membangun IKN bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Yusuf Rendy, sebagaimana dikutip Minggu, 22 Oktober 2023.
Yusuf mengatakan, meningkatnya jumlah investor yang menanamkan modalnya ke proyek pembangunan IKN akan membawa keuntungan bagi perekonomian nasional.
Dalam jangka menengah dan panjang, peningkatan investasi bisa mempercepat pengembangan wilayah. Dan mempercepat tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebuah Ibu Kota tanpa membebani keuangan negara.
Baca Juga : Dorong Iklim Investasi, Appi Launching Woodland Residence di Antang
"Sementara di luar isi pembiayaan, masuknya investasi dalam pembangunan IKN juga memberikan multiplayer effect bagi perekonomian daerah dan nasional," ujarnya.
Untuk jangka pendek misalnya, proyek pembangunan di IKN akan merangsang pertumbuhan sektor konstruksi terutama di daerah sekitar pembangunan IKN. Selain itu, sektor industri dan transportasi akan tumbuh pesat sering meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tinggal di IKN nantinya.
Sementara untuk jangka panjang, sambung Yusuf, masifnya investasi yang masuk berpotensi mengurangi disparitas pembangunan antara Jawa dan pulau-pulau di luar Jawa. Dalam konteks ini, pembangunan IKN bisa mengurangi ketimpangan regional antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.
Baca Juga : Dubes RI untuk Kuwait dan Wagub Sulsel Bahas Ketenagakerjaan hingga Investasi
"Namun, berbagai keuntungan ekonomi tersebut tidak bisa dinikmati langsung saat ini juga. Paling tidak, dalam lima tahun ke depan baru bisa dirasakan masyarakat," terang Yusuf.
Namun begitu, Yusuf mengingatkan, masuknya investasi ke IKN harus dibarengi aturan yang jelas terkait perizinan hingga benefit yang jelas bagi investor yang telah menanamkan modalnya di Ibu Kota baru tersebut.
"Harus diperhatikan, modal yang dikeluarkan oleh calon investor hingga detail dari cost and benefit yang akan ditawarkan Pemerintah bagi investor. Semuanya harus didokumentasikan dengan baik," tegas Yusuf.
Baca Juga : Komisi XI Minta Pemerintah Perkuat Strategi Investasi untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2026
(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News