Gibran Bakal Rebut Suara Milenial di Sulsel, Pengamat: Mendompleng Sentimen Negatif Politik Dinasti
Menurutnya, pasangan ini berpotensi menggaet suara kalangan milenial dengan hadirnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Bacawapres Prabowo.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Politik Univesitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto membeberkan potensi suara pasangan Prabowo-Gibran sebagai Bacapres dan Bacawapres di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, pasangan ini berpotensi menggaet suara kalangan milenial dengan hadirnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Bacawapres Prabowo.
"Namun, disisi lain, juga akan mendompleng sentimen negatif kepada masyarakat akibat isu politik dinasti khususnya di Sulsel dan Indonesai Timur," ucapnya kepada portalmedia.id, saat dikonfirmasi Selasa (24/10).
Baca Juga : Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Capai Rp308 Triliun, Alihkan Dana untuk Program Makan Bergizi
Ali Armunanto juga mengatakan, meski potensi Gibran dikalangan milenial dinilai mumpuni untuk membantu perolehan suara Cawapres Prabowo, namun isu politik dinasti akan meruntuhkan mereka.
"Apalagi ditambah munculnya kemarahan publik terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun," jelasnya.
" MK seakan memerikan peluang untuk Gibran dengan syarat berpengalaman sebagai Kepala Daerah baik tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota," tuturnya.
Baca Juga : Prabowo Dorong Percepatan Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Putusan tersebut lanjutnya, tentu menjadi keuntungan bagi Gibran yang sebelumnya digadang-gadang menjada calon terkuat mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.
Ali Armunanto menilai, kejadian ini akan berefek negatif di masyarakat karena terkesan dipaksakan untuk memuluskan jalannya Gibran menjadi Cawapres Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News