Politik Dinasti Jokowi Bakal Runtuhkan Basis Massa Prabowo di Sulsel
Penguatan isu dinasti politik itu berawal dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto mengulas isu politik dinasti yang bakal pelan-pelan meruntuhkan basis massa pasangan Prabowo-Gibran sebagai Bacapres dan Bacawapres 2024.
Penguatan isu dinasti politik itu berawal dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun.
"Dan memberikan peluang untuk Gibran dengan menetapkan syarat pengalaman sebagai Kepala Daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota sebagai bacawapres," ucapnya kepada portalmedia.id, Selasa (24/10).
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
Nah, dari sana, dinasti politik ini akan menjadi bumerang bagi pasangan Prabowo-Gibran. Apalagi lanjut Ali Armunanto, kemarahan publik sudah membrutal sejak saat itu.
"Kita bisa lihat sekarang sentimen negatif terhadap politik dinasti Presiden Joko Widodo sudah menjadi bahan eksploitasi oleh lawan politik pasangan Prabowo-Gibran. Bukan hanya kubu pasangan Capres-Cawapres Anies-Imin namun juga dari kubu PDIP yang gencar menggoreng isu tersebut," jelasnya.
"Ini yang kira-kira sampai saat ini belum terkuak, apakah kemudian efek sentimen negatif terhadap dinasti politik ini juga akan menggerus kesukaan orang preferensi ke Gibran, karena belakangan mulai dieksploitasi oleh lawan-lwan politiknya, bukan hanya dari kubu Anis, tapi dari kubu PDIP juga mulai menggoreng isu itu," lanjut Ali Armunanto.
Baca Juga : Mantan Relawan Desak Jokowi Segera Bertobat
Hanya saja, menurut Ali, tarikan isu ini belum bisa dibuktikan secara data, apakah kemudian berpengaruh pada perolehan suara pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran khusunya di Sulsel dan Indonesia Timur.
"Tapi pasti akan mempengaruhi perolehan suara. Hanya kita belum tau, ini belum terukur, masih asumsi saja, tapi secara personal tadi Gibran sebagai prosiknya Jokowi dimana masih banyak orang yang masih mengharapkan Jokowi tapi sudah tidak bisa lagi," tambah Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News