Jaring 431 Anjal-Gepeng, Dinsos: Masih Jadi Tantangan di Makassar

Penulis : Nurfitri
ist

Masalah yang melibatkan anjal gepeng masih menjadi tantangan yang harus diatasi oleh Pemerintah Kota Makassar.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Dina Sosial (Dinsos) Kota Makassar telah menjaring sebanyak 431 orang anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal-gepeng) sepanjang Januari hingga Oktober 2023.

Masalah yang melibatkan anjal gepeng masih menjadi tantangan yang harus diatasi oleh Pemerintah Kota Makassar. Meski telah berulang kali dirazia, mereka terus terlihat di berbagai ruas jalan.

Plt Kepala Dinsos Kota Makassar, Armin Paera mengatakan jumlah anjal gepeng tersebut telah menurun signifikan dari bulan ke bulan selama tahun 2023.

Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi

Penjaringan anjal terbanyak tercatat pada bulan Juni sebanyak 64 orang. Kemudian pada Oktober, anjal yang terjaring hanya 12 orang.

"Pengemis yang diamankan bulan Juni sebanyak 16 orang, dan alhamdulillah di bulan Oktober menurun menjadi 8 orang," kata Armin, Jum'at (27/10/2023).

Anjal gepeng merupakan salah satu kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Selain itu, masih ada beberapa PMKS yang harus diatasi.

Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026

Sepanjang 2023 ini, Dinas Sosial juga telah menjaring Wanita Tuna Susila (WTS) sebanyak 37 orang, waria 6 orang, orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) sebanyak 78 orang, dan lansia terlantar sebanyak 55 orang. Mereka semua dijaring melalui razia.

Untuk menekan angka PMKS, Dinas Sosial mengandalkan tim khusus patroli. Tim ini masif berpatroli untuk menjaring PMKS yang berkeliaran. PMKS yang telah terjaring razia akan dibawa ke tempat rehabilitasi.

Tim khusus ini termasuk tim reaksi cepat (TRC) Saribattang yang massif berpatroli untuk anjal-gepeng di titik-titik rawan. Ada pula tim kupu-kupu malam (Kumal) yang berpatroli pada penginapan-penginapan yang terindikasi adanya aktivitas prostitusi.

Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi

"Tim khusus berjaga di 9 posko di titik-titik yang dinilai rawan aktivitas PMKS. Hal ini telah membantu menciptakan kehadiran yang lebih kuat dan pengawasan yang efektif di lokasi-lokasi potensial," kata Armin.

Armin menegaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas lepas dari kerjasama erat antara Dinsos Makassar, Polrestabes Makassar, dan Satpol PP Makassar yang terus melaksanakan patroli PMKS di Kota Makassar.

PMKS yang berhasil dijaring akan ditampung sementara di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC). Di sana, mereka akan menerima bimbingan dan pelatihan keterampilan yang mampu membantu mereka memperoleh pekerjaan guna meningkatkan taraf hidup mereka.

Baca Juga : Pengamat Nilai Ketegasan Munafri Tertibkan Parkir Liar hingga PKL Sangat Tepat Menata Makassar

Upaya tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan kepada PMKS di Kota Makassar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru