Ganggu Pengendara, Polisi Bubarkan Aksi Demontrasi di Makassar: 11 Mahasiswa Diamankan
11 mahasiswa yang diamankan tersebut telah dibawah ke Mapolrestabes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR- Aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibubarkan pihak kepolisian. Setidaknya, belasan mahasiswa diamankan di bilangan Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Kamis (2/11/2023) siang.
11 mahasiswa yang diamankan tersebut telah dibawah ke Mapolrestabes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pantauan di lapangan, polisi dan mahasiswa terlibat saling kejar. Bahkan mahasiswa sempat masuk ke toko-toko jualan masyarakat untuk mengelabui polisi.
Para mahasiswa yang diamankan dibawa menggunakan mobil bak terbuka oleh polisi. Petugas juga membersihkan sisa ban bekas yang dibakar oleh mahasiswa."Tangkap saja pak, bikin resah tutup jalan tidak jelas," kata salah satu pengemudi mobil.
Baca Juga : Sinergi Pemkot dan Polri Jadi Kunci, Aliyah Mustika Ilham Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80
Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Darminto mengatakan, pihaknya melakukan pembubaran lantaran telah banyak menerima keluhan masyarakat terkait demo mahasiswa yang berlangsung selama kurang lebih empat hari berturut-turut.
"Kami tadi tertibkan, di sini tidak ada lagi unjuk rasa saya akan jaga. Kasihan warga, komplainnya sama kepolisian, bagaimana pak, saya mau lewat di sini selalu ada unjuk rasa, tidak adakah tempat lain, tidak bisaka polisi tertibkan, jadi saya tertibkan, ini atas permintaan masyarakat," kata Darminto kepada wartawan di lokasi, Kamis petang.
Polisi dikeluhkan oleh masyarakat lantaran dinilai tidak bisa atasi aksi demontrasi mahasiswa yang menutup akses jalan.
Baca Juga : Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Pemkot Makassar dan Polrestabes Hadirkan Layanan Publik Gratis
"Setiap sore unjuk rasa seperti ini, kalaupun ada izinnya, pemberitahuan kepada pihak kepolisian tapi dia menutup jalan, seperti ini ini (masyarakat, supir) mau ke daerah, mau ke pelabuhan, ini bawa barang kalau busuk siapa yang mau tanggung jawab," beber Darminto.
Kata Darminto, pihaknya tegas membubarkan aksi demo lantaran masyarakat sudah banyak mengeluh kepada pihak kepolisian. "Kami (polisi) di komplain selama empat hari," ungkapnya.
Diketahui, mahasiswa di Kota Makassar, Sulsel, melakukan aksi demontrasi selama empat hari berturut-turut. Mereka menuntut penolakan terkait dinasti politik, dan isu perampasan lahan di Rempang, Batam.
Baca Juga : Atasi Geng Motor, Munafri Instruksikan Pos Kamling Kembali Aktif
Mereka menutup akses jalan tepatnya di Jalan Sultan Alauddin hingga membuat kemacetan panjang. Warga pun mengeluh akibat akses jalan yang diblokade mahasiswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News