Imunisasi Dasar Anak Dapat 3 Varian Baru Vaksin, Salah satunya untuk Pneumonia

ist

Kemenkes menambahkan 3 varian baru pada program imunisasi dasar anak. Salah satunya adalah untuk pencegahan Pneumonia pada balita.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya menambah 3 varian baru vaksin dalam program imunisasi dasar anak.

Ketiga varian baru itu yakni, HPV untuk pencegahan kanker serviks bagi para ibu, PCV untuk pneumonia pada balita, dan Rotavirus untuk pencegahan diare pada Balita.

"Penambahan 3 varian vaksin ini merupakan salah satu program baru transformasi kesehatan pilar pertama terkait layanan kesehatan primer," kata Budi dikutip dari siaran persnya melalui laman liputan6, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga : Virus HMPV Melonjak di China, Kemenkes Imbau Warga Waspada

Menurut dia, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis selama masa pandemi Covid-19 sehingga terjadi kesenjangan imunitas.

Budi menuturkan apabila kesenjangan imunitas ini tidak segera dikejar, maka akan terjadi peningkatan kasus dan kejadian luar biasa (KLB) yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi.

"Dampak dari penurunan cakupan imunisasi dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), dan terjadinya KLB PD3I seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah," jelasnya.

Baca Juga : Kemenag dan Kemenkes Susun Rencana Kebutuhan Obat dan Vaksin Haji 2025

 

Mengenal Pneumonia 

Dikutip dari alodokter pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umum dialami penderita pneumonia adalah batuk berdahak, demam, dan sesak napas.

Pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Pada kondisi ini, infeksi menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru. Akibatnya, alveoli dipenuhi cairan atau nanah sehingga membuat penderitanya sulit bernapas. 

Baca Juga : Cakupan PIN Polio di Maros Lampaui Target Kemenkes

Pneumonia bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 adalah salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia terkadang juga bisa muncul beserta penyakit paru-paru lain, misalnya TB paru.

Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. Data dari World Health Organization menyebutkan bahwa pada tahun 2019, sebanyak 740.180 anak-anak meninggal akibat pneumonia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru