Konflik Israel-Hamas Picu Keterpurukan Ekonomi Global
"Hal tersebut berpotensi mengganggu perekonomian dunia secara signifikan apabila terjadi eskalasi di Timur Tengah," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Risiko geopolitik global semakin meningkat seiring dengan konflik Israel dan Hamas. Hal tersebut disampaikan saat Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Oktober 2023 lalu.
"Hal tersebut berpotensi mengganggu perekonomian dunia secara signifikan apabila terjadi eskalasi di Timur Tengah," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.
Untuk di negara Eropa, kinerja ekonomi diprediksi masih mengalami stagflasi. Sementara itu di Tiongkok, pemulihan ekonomi masih belum sesuai ekspektasi dan kinerja ekonomi yang masih di level pandemi meningkatkan kekhawatiran bagi pemulihan perekonomian global.
Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar
Lalu, kenaikan yield surat utang di AS meningkatkan tekanan outflow dari pasar emerging markets termasuk Indonesia, mendorong pelemahan terutama di pasar nilai tukar dan pasar obligasi secara cukup signifikan. Volatilitas di pasar keuangan, baik di pasar saham, obligasi, dan nilai tukar juga dalam tren meningkat.
Di perekonomian domestik, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,28 persen yoy, sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 2,2 persen.
Namun, perlu dicermati tren kenaikan inflasi bahan makanan terutama komoditas beras dan gula di tengah potensi penurunan produksi global akibat El Nino.
Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026
Secara umum, daya beli masih tertekan tercermin dari inflasi inti yang kembali turun, serta penurunan indeks kepercayaan konsumen serta kinerja penjualan ritel yang rendah.
Namun demikian, kinerja sektor korporasi relatif masih baik terlihat dari PMI Manufaktur yang terus berada di zona ekspansi dan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News