Pemadaman Listrik Mengganggu Usaha Warga, PLN Jelaskan Sistem Kelistrikan Sulselrabar

Penulis : Nurfitri
Ist

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menurun akibat terdampak kemarau panjang.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kota Makassar dan sekitarnya seperti Gowa, Maros dan Pangkep, setiap hari mengalami pemadaman listrik bergilir. Sayangnya, pemadaman listrik ini menyebabkan berbagai dampak mulai dari mengganggu usaha warga, tagihan listrik yang justru naik, hingga kebakaran akibat korsleting.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch Andy Adchaminoerdin, menjelaskan kinerja beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menurun akibat terdampak kemarau panjang. Namun dia menyebut kondisi saat ini mulai berangsur normal.

"Mulai kemarin sudah mulai normal tapi saya sudah sampaikan ke Pak Wali dan jajaran bahwa kita masih dalam posisi siaga. Artinya kalau kami normal betul pada saat nanti service margin kami punya 30 persen baru bisa dibilang normal," kata Andy, Rabu (15/11/2023).

Baca Juga : Kerahkan 1.476 Personel, PLN Targetkan SUTT 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan Beroperasi Cepat

Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu, Poso (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan. Sistem ini sangat bergantung terhadap debit air PLTA.

PLTA memegang 33 persen dari total pasokan listrik sistem Sulbagsel. Musim kemarau yang berkepanjangan tentu sangat berdampak pada kinerja PLTA sebab debit air berkurang dan mengakibatkan kemampuan PLTA turun sekitar 75 persen.

"PLTA kami punya pembangkit 850 megawaat. Yang saat ini beroperasi cuma 250 megawatt. Jadi berkurang 600 megawatt," kata Andy.

Baca Juga : Pulih 100% Tepat Waktu, PLN Tuntaskan Penormalan Listrik Sumbar Pascabencana

Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ternyata tidak banyak membantu. El Nino ekstrem yang berkepanjangan juga mengakibatkan penurunan kapasitas PLTB.

"PLTB Tolo Jeneponto dan Sidrap ini nyaris hanya 5 persen beban. Kurang besar anginnya," kata Andy.

Daya Mampu Pasok (DMP) kondisi normal sistem kelistrikan Sulbagsel mencapai 2.300 megawatt. Dalam hal ini, kontribusi PLTA sebesar 850 megawatt dan PLTB sebesar 140 megawatt atau secara total sangat besar sekitar 990 megawatt atau 42 persen.

Baca Juga : Percepat Pemulihan Listrik Aceh, PLN Sulselrabar Terjunkan 41 Tim Elit PDKB ke Lokasi Bencana

Di tengah upaya pemadaman listrik, PLN juga tengah mengerahkan segala sumber daya untuk percepatan penguatan sistem kelistrikan. Salah satunya dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) khususnya di daerah aliran sungai di lokasi PLTA.

Andy mengklaim upaya tersebut telah membuahkan hasil. Hujan sudah turun di beberapa lokasi PLTA dan diharapkan berlangsung secara kontinyu.

"Minta doa restu mudah-mudahan TMC jalan terus dan kami bisa kembali pulih seperti sedia kala," kata Andy.

Baca Juga : Dukung Layanan Dasar Kesehatan, Srikandi PLN Salurkan Bantuan Alat di Posyandu Makassar

Untuk memperbaiki sistem kelistrikan, PLN harus mengandalkan air untuk PLTA dan angin untuk PLTB. Saat ini, pemadaman listrik masih menjadi upaya sementara.

PLN masih akan membuat skenario pemadaman selama 4 jam. Namun saat ini, lokasi pemadaman listrik tidak sebanyak ketika bulan lalu.

"Lebih baik kita punya skenario, tapi ini malah lebih informatif buat masyarakat. Tetap kita informasi 4 jam," kata Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru