Konflik Internal Golkar di Sulsel Hanya Ganggu Persiapan Pemilu 2024
Kehadiran Ilham Arif Sirajuddin dianggap menambah konflik di internal partai.
PORTALMEDIA.ID -- Konflik yang terjadi di tubuh internal Partai Golkar Sulsel saat ini dianggap menjadi ancaman besar bagi partai untuk mempertahankan predikat sebagai pemenang pemilu pada 2024 mendatang.
Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, mengatakan perpecahan antara kubu Nurdin Halid (Wakil Ketua Umum DPP Golkar) dan kubu Taufan Pawe, Ketua DPD I Golkar Sulsel yang berlanjut saling lapor di Polda Sulsel, akan terus berlanjut.
Ditambah kehadiran Ilham Arif Sirajuddin (IAS) yang kini sudah menjadi anggota partai berlambang pohon beringin rindang ini menambah konflik di internal partai. Sementara pemilihan calon presiden yang mengusung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sudah dekat.
Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029
Tentu ini ada konsukuensi dibaliknya, kata Ali. Seperti IAS yang terus bergerak untuk mendulang dukungan karena mendapat sokongan maju di pemilihan gubernur Sulsel 2024 dari Nurdin Halid akan membuat konflik di Golkar makin melebar. Padahal ketua partai menjadi prioritas diusung pada kontestasi pemilihan.
"Ini yang menarik sebenarnya. Tapi, yang penting menjadi perhatian terus konsekuensi yang ditimbulkan dari konsolidasi internal partai golkar. Karena kan sekarang dengan bergeraknya IAS. Diangkatnya dia sebagai bagian dari partai sehingga kasus ini semakin terpecah dalam internal partai golkar," kata Ali kepada Portalmedia.ID, Kamis (4/8/2022).
Dengan demikian, kata dia, kecenderungan kader dan simpatisan Golkar akan terbelah, antara mengikuti Nurdin Halid, IAS dan Taufan Pawe. Tahapan pendaftaran partai politik pun sudah dimulai sejak awal pekan ini.
Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina
"Ini menggangu kinerja partai yang notabenenya saat ini sedang memasuki persiapan masa pemilu. Dengan adanya pendaftaran partai politik, habis itu nanti akan ada verifikasi, seharusnya mereka mempersiapkan untuk hal-hal itu dan juga menghadapi pemilu di 2024.
Bila hal ini tidak tidak ada upaya rekonsiliasi maka perebutan posisi akan terus berlanjut.
"Tapi mereka masih sibuk untuk memperebutkan posisi siapa yang ingin mengendalikan golkar dan menghambat kinerja nantinya," lanjut Ali.
Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana
Saat ini Mahkamah Partai Golkar menggelar sidang sengketa hasil Musda X Golkar Sulsel yang digelar pada 2020 lalu. Sengketa ini diajukan oleh mantan ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta (Aru) sebagai pemohon dan Ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe sebagai termohon.
Pihak pemohon menyatakan Musda ke-X Partai Golkar Sulsel cacat hukum dan meminta membatalkan keterpilihan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Partai serta dilakukan Musda ulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News