Gibran Tak Hadir di Dialog Publik Muhammadiyah, Prabowo: Ada Acara Lain di NU
Gibran harus menghadiri acara PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
PORTALMEDIA. ID- Calon wakil presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka tidak nampak hadir mendampingi Prabowo Subianto dalam Dialog Publik Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Jumat (24/11) pagi.
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto itu pun meminta maaf karena cawapresnya Gibran Rakabuming Raka tak bisa hadir. Gibran semestinya mendampingi Prabowo untuk hadir dalam dialog yang juga disiarkan daring lewat saluran Youtube UMS itu.
Namun, kata Prabowo, Gibran harus menghadiri acara PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga : Survei IPO: Kepuasan Publik pada Gibran Hanya di Angka 29%
"Hari ini saya minta maaf Gibran Rakabuming Raka tidak bisa hadir karena justru ada acara lain yang bersamaan waktunya, di Jatim juga, tapi yang menyelenggarakan adalah NU," kata Prabowo dikutip di CNN Indonesia, Jumat (24/11).
Menteri Pertahanan RI itu kemudian bersoloh, jika NU dan Muhammadiyah bersatu, maka negara ini sudah mantap.
"Jadi negara ini, NU-Muhammdiyah, sudah mantap, negara mantap, kira-kira begitu," ujar pria yang juga Ketum Gerindra itu.
Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 18 Februari dan Idulfitri 20 Maret 2026
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan di lain kesempatan Gibran pasti bisa diajak berdialog oleh Muhammadiyah di lain waktu.
"Saya minta maaf Mas Gibran tadi, setiap saat saudara-saudara ingin dialog saya kira Mas Gibran pasti pasti mau," kata dia.
Sebelumnya, Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengatakan Gibran tak bisa mendampingi Prabowo di UMS karena akan hadir ke acara PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga : Besok Moon Blood, Muhammadiyah Imbau Warga Lakukan Salat Gerhana
Ia menyebut Prabowo dengan Gibran berbagi tugas untuk menghadiri acara berbeda yang digelar bersamaan pada hari ini.
"NU dan Muhammadiyah adalah komponen penting dalam lanskap Islam rahmatan lil alamin di Indonesia, sehingga tidak mungkin dinafikkan satu sama lain," kata Nusron mengutip keterangan tertulis, Jumat.
Nusron mengatakan pihaknya memandang dua acara tersebut sama penting, sehingga Prabowo dan Gibran harus membagi tugas agar tetap bisa hadir ke kedua acara tersebut.
Baca Juga : Pemkot dan Muhammadiyah Gaungkan Pendidikan dan Peduli Lingkungan Menuju Generasi Emas
Ia pun meminta maaf kepada publik lantaran paslon yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM)itu tak bisa menghadiri satu forum yang sama secara bersamaan hari ini.
"Mohon maaf kepada masyarakat yang ingin keduanya hadir bersamaan, tetapi bagi kami dua acara ini sama pentingnya dan pembagian tugas ini adalah jalan tengahnya," ucap Nusron.
Dialog Publik Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa digelar maraton di tiga kota dalam tiga hari terakhir, termasuk Jumat ini.
Baca Juga : Muhammadiyah Imbau Anggota Gunakan Bank Syariah Matahari, Ini Alasannya!
Pada Rabu (22/11) lalu paslon nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kemudian pada Kamis (23/11), paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News