Polres Pinrang Amankan 3 Pelaku Terduga Perdagangan Manusia asal Malaysia
Kepolisian Resor Pinrang, baru saja mengamankan tiga orang yang diduga merupakan pelaku perdagangan manusia atau human trafficking.
PORTALMEDIA.ID, PINRANG - Kepolisian Resor (Polres) Pinrang mengamankan tiga orang yang diduga merupakan pelaku perdagangan manusia asal Malaysia. Saat diamankan polisi juga mendapati empat balita yang diduga akan menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis Haeruddin mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku tersebut.
"Ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada orang dari Malaysia membawa anak-anak, kurang lebih empat orang dari Malaysia. Sekarang masih tahap penyelidikan," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/8/2022) malam.
Baca Juga : Malaysia Mau Bangun Jembatan ke Indonesia, Jarak Tampuh Cuma 40 Menit!
Terduga Pelaku yang diamankan yakni seorang pria bernama Ramli (49) yang mengaku sebagai orang tua angkat para bocah itu dan dua orang wanita inisial SM (50) dan RJ (46) yang diketahui merupakan asisten rumah tangganya.
Membawa 4 Balita
Sedangkan para bocah itu masing-masing bernama Putri (2), Putri Aliyah (2), Muh Firash (3), dan Muh Firdaus (2). Polisi pun sementara mendalami juga dokumen para terduga pelaku.
"Setelah dikonfirmasi kebenarannya, sehingga saat ini sudah diamankan, kita memperjelas dokumennya, masih status sebagai saksi," tutur Muhalis.
Baca Juga : Pertama di Asia, Malaysia Luncurkan Umrah Naik Kapal Pesiar, Siap Berlayar Januari 2026
Pihak kepolisian juga sementara masih melakukan koordinasi dengan pihak Keimigrasian Sulsel guna mendapatkan data para anak tersebut.
"Anak-anak ini perawakan melayu, iya dibawa dari Malaysia. Sementara koordinasi dengan imigrasi apakah anak ini merupakan warga negara Malaysia atau Indonesia," bebernya.
Di hadapan polisi Ramli mengaku bahwa empat anak ini merupakan anak yang terlantar. Ia pun sengaja mengangkatnya lantaran iba melihat keadaan para bocah itu.
Baca Juga : Skandal Naturalisasi: Malaysia Dihukum FIFA, Indonesia dan Vietnam Jadi Kambing Hitam
"Anak ini menurut dia (Ramli) merupakan anak terlantar, (anak yang diambil di jalan) iya ada juga begitu, ada juga yang sudah kehilangan orang tua. Sementara kita dalami," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News