Danny Pomanto Geram, Durasi Pemadaman Listrik Bergilir Bertambah hingga 6 Jam
Pemadaman listrik semakin parah, durasinya semakin bertambah dan bahkan kadang terjadi dua kali dalam sehari.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -Durasi pemadaman listrik di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) makin hari makin meningkat. Khususnya di Kota Makassar peningkatan durasi pemadaman listrik bergilir hingga 6 jam lamanya. Hal ini membuat Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto kembali geram.
Danny sapaan akrabnya menyebut, pemadaman listrik semakin parah, durasinya semakin bertambah dan bahkan kadang terjadi dua kali dalam sehari. Ia juga menyinggung, bahwa kejadian ini merupakan kemajuan yang justru memundurkan.
Kalau sudah masuk 5-6 jam itu sudah sangat merugikan, ada kemajuan dari tiga jam jadi enam jam, inikan kemajuan yang memundurkan kita seperti itu," keluh Danny. Senin (27/11/2023)
Baca Juga : Kerahkan 1.476 Personel, PLN Targetkan SUTT 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan Beroperasi Cepat
Wali Kota Makassar dua periode ini mengaku sudah kehabisan kata-kata dengan performa PLN. Dulu PLN beralasan bahwa pasokan listrik berkurang karena kekeringan.
Hal ini dinilai kontradiktif, sebab beberapa hari belakangan, Sulsel sudah diguyur hujan. Menurut Danny, sikap PLN seperti ini justru akan menurunkan kepercayaan masyarakat.
Terus terang saya heran ini, katanya kan (PLN) tidak ada air, nah ini kelebihan air mi orang ini, kenapa jadi seperti ini, mestinya PLN harus aktif menyampaikan ini karena kepercayaan masyarakat terhadap PLN jadi rendah lagi," ujar Danny.
Baca Juga : Pulih 100% Tepat Waktu, PLN Tuntaskan Penormalan Listrik Sumbar Pascabencana
"Saya sudah tidak habis pikir gimana ini, sudah habis kata-kata kita ini, karena alasannya kemarin kekurangan debit air, saya yakin sekarang tidak kekurangan air," sambung Danny.
PLN harus transparan kepada masyarakat, menjelaskan dengan baik duduk masalah kelistrikan.
PLN beralasan melakukan pemadaman lantaran debit air yang semakin berkurang akibat kemarau panjang yang melanda.
Baca Juga : Percepat Pemulihan Listrik Aceh, PLN Sulselrabar Terjunkan 41 Tim Elit PDKB ke Lokasi Bencana
Menurut Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselbar, Ahmad Amirul Syarif mengatakan telah menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memenuhi pasokan air di berbagai titik tangkapan air di lokasi PLTA. PLTA mencakup 33 persen total pasukan listrik di Sulbagsel.
Sementara itu, Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap (PLTU) belum dapat menjadi solusi untuk memenuhi pasokan listik. Pasalnya PLTU dalam tahap pemeliharaan.
Pihak PLN meminta dukungan dari warga untuk mengurangi pemakaian listrik sebesar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit.
Baca Juga : Dukung Layanan Dasar Kesehatan, Srikandi PLN Salurkan Bantuan Alat di Posyandu Makassar
"Untuk mengurangi dampak dan durasi padam, mohon dukungan masyarakat untuk sementara waktu ini agar bersama-sama mengurangi pemakaian listriknya sekitar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News