Pemprov Sulsel Dorong Pemanfaatan Dana KUR Prioritaskan Pelaku Usaha Perempuan

Ist

perempuan bisa lebih mudah menjalankan aktivitas usahanya di era digital.

PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mendorong pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) memprioritaskan pelaku usaha perempuan di era digital.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemerintah (DPPPA-KB Dalduk) Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Mirna pada kegiatan ‘Workshop Emansipasi Perempuan di Era Digital’ dengan judul Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Perempuan Bidang Ekonomi, Sabtu (9/12/2023) di Hotel Claro Makassar.

"Ada sekitar Rp. 8 triliun dana KUR yang disediakan pemerintah. Pelaku usaha perempuan kalau modalnya kurang bisa mendapatkan KUR di Sulsel. Dinas DP3A akan mengkomunikasikan ke Bidang Ekonomi untuk difasilitasi soal modal " terang Andi Mirna.

Baca Juga : Mahasiswa UNM Blokade Jalan Pettarani, Tuntut Rektor Mundur Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Menurut Andi Mirna di era digital seperti saat ini, perempuan bisa lebih mudah menjalankan aktivitas usahanya. Memasarkan produk-produk yang dihasilkan melalui platform media sosial hanya dari rumah. Hanya saja, bukan tanpa masalah, perempuan kerap menjadi korban kekerasan melalui digital.

" "Dunia digital banyak mempermudah tetapi juga menjerumuskan kalau tidak digunakan dengan baik . Termasuk rentannya perempuan menjadi korban kekerasan seksual, " Katanya.

Sementraa, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina saat memberi sambutan sekaligus membuka acara workshop secara resmi, memuji peran perempuan di berbagai sektor. Meski begitu Andi Ina berharap program-program yang berorientasi terhadap kemajuan perempuan didukung dengan anggaran mumpuni.

Baca Juga : Oknum Dosen UNM Resmi Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Sesama Jenis

"Sebagai perempuan harus mendukung perempuan. Alhamdulillah sebagai perempuan saya mencatat sejarah dalam proses pemilihan langsung sebagai perempuan pertama menjadi Ketua DPRD Sulsel. Semoga ini menjadi pembuka bagi perempuan lain apakah selanjutnya melanjutkan estafet kepemimpinan ketua DPRD Sulsel atau menjadi pemimpin di sektor lain," ujar Andi Ina.

Kendati demikian, Andi Ina berharap program-program yang berorientasi pemberdayaan dan peningkatan perempuan didukung peningkatan anggaran di masa depan.

Terakhir Andi Ina menyinggung kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dimana korban-korbannya juga merupakan perempuan tanah air. Untuk itu tokoh perempuan asal Kabupaten Barru ini menilai perempuan harus tangguh dan mandiri memanfaatkan digitalisasi.

Baca Juga : Kasus Kekerasan Seksual di Makassar Melonjak, Mayoritas Korban Anak-Anak

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru