193 Negara Anggota PBB Sepakat Gencatan Senjata di Gaza, 10 Menolak dan 23 Abstain

ist

Pendukungnya antara lain Belgia, Perancis, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, lalu Swiss.

PORTALMEDIA.ID — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (12/12/2023) waktu setempat, sepakat untuk mengeluarkan resolusi yang menuntut gencatan senjata perang Israel-Hamas di Gaza, Palestina.

Dari 193 negara anggota PBB, 153 di antaranya mendukung resolusi Sidang Umum yang menyerukan gencatan senjata perang dan 10 negara menolak serta 23 lainnya abstain.

Ke-153 negara pendukung tersebut melebihi 140 atau lebih negara yang rutin mendukung resolusi mengecam invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga : Deng Ical Desak PBB Turun Tangan Tindak Tegas Israel

Dalam unggahan akun resmi berita PBB di platform media sosial X (sebelumnya bernama Twitter), tampak daftar negara-negara yang mendukung, menolak, dan abstain tentang resolusi tersebut.

Indonesia bersama negara-negara tetangganya seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura mendukung, begitu pun negara-negara Timur Tengah yang mencakup Arab Saudi, Iran, Irak, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, serta Yaman.

Kemudian dari negara-negara Eropa, pendukungnya antara lain Belgia, Perancis, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, lalu Swiss.

Baca Juga : PBB Desak Investigasi atas Penanganan Demonstrasi di Indonesia

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung rancangan resolusi yang baru saja diadopsi oleh mayoritas negara,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdulaziz Alwasil dalam pidatonya setelah pemungutan suara, dikutip dari Al Jazeera.

“Ini mencerminkan posisi internasional yang menyerukan penegakan resolusi,” lanjutnya.

Sementara itu, sepuluh negara yang menolak adalah Austria, Ceko, Guatemala, Israel, Liberia, Mikronesia, Nauru, Papua Nugini, Paraguay, dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga : Catatan Kemendagri: Ada 104 Daerah Naikkan PBB-P2

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menjelang pemungutan suara pada Selasa berkata, "Kami setuju situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk."

“Diplomasi yang dilakukan AS di lapanganlah yang memungkinkan terjadinya jeda kemanusiaan selama seminggu,” lanjutnya, mengacu pada satu-satunya jeda dalam pertempuran sejauh ini yang terjadi bulan lalu.

Thomas-Greenfield lalu mendesak negara-negara mendukung amendemen resolusi yang akan mengecam Hamas, tetapi para anggota menolaknya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Pastikan PBB 2025 Tak Naik, Realisasi 2024 Masih Positif

“Gencatan senjata sementara saat ini bisa jadi yang terbaik dan terburuk. Berbahaya bagi warga Israel yang akan menjadi sasaran serangan tanpa henti, dan juga berbahaya bagi warga Palestina yang berhak mendapatkan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, bebas dari kelompok yang bersembunyi di balik warga sipil yang tidak bersalah,” imbuhnya, dikutip dari CNN.

Duta Besar Mesir untuk PBB Osama Mahmoud Abdelkhalek Mahmoud menyinggung upaya AS memberikan perlindungan diplomatik kepada Israel menjelang pemungutan suara di Sidang Umum PBB.

"Upaya tragis ini tanda standar ganda yang tercela,” katanya, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Tidak Naikkan PBB, Justru Gratiskan Sejumlah Retribusi

Adapun 23 negara yang abstain di resolusi ini meliputi Argentina, Bulgaria, Kamerun, Jerman, Italia, Belanda, Romania, Sudan Selatan, Inggris, dan Ukraina.

Perang Israel-Hamas sejak 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 warga Israel, sedangkan lebih dari 18.400 warga Palestina terenggut nyawanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru