Program Pajama Barakka Diklaim Mampu Tekan Perang Kelompok di Makassar
Hadirnya Pajama Barakka, perang kelompok tidak terjadi lagi.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Koordinator Penanggungjawab Pajama Barakka, Faisal memberikan tanggapannya terkait sorotan beberapa waktu lalu terkait program Pajama Barakka.
Seperti diketahui, sorotan itu lahir atas adanya peristiwa teror busur yang meresahkan masyarakat beberapa waktu belakangan, bahkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Diceritakan Faisal, yang dirasakan oleh dirinya dan rekan-rekannya yang lain sangat jauh berbeda sebelum adanya program tersebut.
Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh
"Yang kami rasakan saat ini sangat jauh berbeda, karena selama hadirnya Pajama Barakka ini, poin plus yang kami dapatkan sangat bermanfaat," lanjutnya.
Faisal menggambarkan bagaimana kondisi di Kota Makassar sebelum adanya program tersebut. Khusus di wilayah Kecamatan Tallo, dulu merupakan lokasi perang yang brutal.
"Boleh kita bandingkan sebelum hadirnya Pajama Barakka itu perang kelompoknya sangat besar. Bahkan sampai Polda Sulsel yang turun tangan untuk mengamankan," tukasnya.
Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
Namun hadirnya Pajama Barakka, kata dia, perang kelompok tidak terjadi lagi.
"Kita bisa lihat dan bisa menanyakan masyarakat sekitar. Pajama Barakka ini di Kota Makassar ada di 15 titik," ungkapnya.
Terkait teror busur, Faisal mengatakan, pihaknya memiliki data pelaku yang dari Pajama Barakka maupun di luar Pajama Barakka.
Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI
"Kami juga punya datanya, yang mana pelaku dari Pajama Barakka dan mana yang bukan," imbuhnya.
"Alhamdulillah teror busur tersebut itu langsung tertangkap. Ketika ditangkap satupun tidak ada sama sekali tidak ada dari Pajama Barakka. Sekarang sudah dipenjara," sambung dia.
Dibeberkan Faisal, sejauh ini sudah ada sekitar seribu lebih anak-anak muda di seluruh kota Makassar yang tergabung dalam program tersebut.
Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel
"Satu titik di Tallo, kurang lebih 100 lebih, dari 15 titik bisa 1500 orang. Karena ini dibentuk berdasarkan kelompok-kelompok pemuda," terangnya.
"Bukan hanya dua tiga orang. Tapi satu Pajama Barakka adalah untuk satu kelompok pemuda yang aktif di wilayah tersebut," sebutnya.
Faisal bilang, selama menjalankan program tersebut, sejauh ini dia dan teman-temannya sudah bisa menghasilkan uang lebih untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga : Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Brimob Dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Bencana Sumatera
"Alhamdulilah kami dihadirkan cuci motor, tiap hari kami mendapatkan 25 sampai 30 ribu ber orang. Itu sudah membuat kami bersyukur," Faisal menceritakan.
Merasa ada perubahan selama hadirnya progam Pajama Barakka, Faisal memberikan apresiasi kepada Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib.
"Kami ucapkan banyak terimakasih karena menghadirkan kami kegiatan-kegiatan positif yang dapat menghasilkan," katanya.
Dia pun berharap, Pajama Barakka terus dihadirkan. Karena sejauh ini kehadirannya mampu terciptanya keamanan di Kota Makassar.
"Kami berharap Pajama Barakka ini terus dihadirkan, karena ini sangat membantu kami dan membuat kami mendapat aktifitas," kuncinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News