Pemprov Sulsel Libatkan Lintas Sektoral Tangani Penyakit TBC pada Anak dan Remaja

Penulis : Nurfitri
Ist

Pemerintah Provinsi dan UNICEF akan memfokuskan program penguatan TBC di 3 Kabupaten/Kota.

PORTALMEDI.ID, MAKASSAR - Penyakit tuberkulosis (TBC) dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja dan anak-anak. Hal ini pula yang mendorong kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dan UNICEF Sulsel.

Termasuk melibatkan sejumlah lintas sektoral yang dinilai memiliki andil dalam menekan angka kasus TBC dimulai sejak dini dari anak dan remaja.

"Ini berkat adanya kerjasama antara pemprov, UNICEF, dan yayasan-yayasan kesehatan lainnya sehingga bisa terjalin dengan baik kegiatan ini, dan ini cukup menarik karena spesifik pada anak dan remaja di mana angka-angka ini nanti menjadi momok besar bila ini tidak di urus." Ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel M. Yusri Yunus di sela-sela mengisi Workshop Penguatan Program TBC pada anak dan remaja untuk 3 Kabupaten/Kota (Gowa, Pinrang, Makassar) di Hotel Claro, Jum'at (22/12/2023).

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

Yusri sapaan akrabnya mengatakan hal ini merupakan langkah-langkah promotif dan prefentif Pemprov Sulsel dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus TBC. Karena menurutnya akan ada ledakan angka kasus TBC jika tidak di berikan perhatian khusus dalam penanganan kasus TBC khususnya di Sulsel.

"Ini akan menjadi ledakan angka terhadap siklus hidup kita dalam proses regenerasi kepada tingkat produktifitas, jadi ini butuh perhatian khusus memang, terutama teman-teman dari media bagaimana sama-sama menyuarakan upaya-upaya promotif dan preventif kepada ibu-ibu,"ucap Yusri.

Saat ini, Pemerintah Provinsi dan UNICEF akan memfokuskan program penguatan TBC di 3 Kabupaten/Kota terlebih dahulu yaitu Kabupatern Gowa, Pinrang dan Kota Makassar. Pemilihan 3 daerah ini juga merupakan hasil pengamatan yang dilakukan UNICEF di amati dari peningkatan kasus TBC.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

"Pemilihan berdasarkan angka dan cakupan, ada pengamatan yang dilakukan dari teman-teman tb provinsi dan unicef untuk melakukan worshop 3 kabupaten dulu karena kita tidak bisa menyelesaikan tanpa ada fokus terhadap satu kabupaten," ujar Yusri.

Nantinya, hasil dari workshop program penguatan TBC ini akan menjadi contoh dan kemudian diterapkan di beberapa daerah lainnya yang menjadi sasaran. "Kita mencoba mencari formulasi-formulasi untuk mencari kabupaten-kabupaten apa yang bisa menjadi model dalam hal penguatan ini," kata Yusri.

Sementara itu, Febriani Fungsional Perencanaan Bapelitbangda Pemprov Sulsel menjelaskan pihaknya mempunyai peran dalam mengkoordinasikan program penguatan TBC kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan.

Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang

Program penguatan TBC ini sudah masuk dalam Perencanaan Pembangunan Daerah tahun 2024 hingga 2026. Makanya diperlukan kerjasama lintas sektor dalam proses penanganannya apalagi fokus membahas anak dan remaja.

Mulai dari sektor kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementrian Agama (Kemenag), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan masih banyak dinas-dinas terkait lainnya.

"Semua ini nanti berdasarkan Perpres nomor 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC sektor-sektor terkait ini dan juga pemangku kepentingan itu harus punya wadah kemitraan, mitra itu namanya misalnya forum TB, atau forum-forum untuk menanggulangi TBC kayak Kota Makasssa punya nama kalau tidak salah Forum TBC partership." Terang Febri.

Baca Juga : Tim Medis Pemprov Sulsel Jadi Garda Terdepan Penanganan Korban Banjir Aceh

"Mereka itu harus aktif, mereka di minta bekerja kolaborasi karena sudah ada dalam perpres tidak boleh bekerja sendiri, mulai dari penyusunan perencanaannya kemudian pelaksanaannya pemantaun dan evaluasi diharapkan secara terpadu dan terkoordinir di bawah koordinasi Bappeda." Sambung Febri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru