Pemuda Makassar Cikal Bakal Generasi Emas 2024
Hal ini sebab, para pemuda Makasaar dianggap terbuka dalam menerima gagasan serta masukan.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Kota Makassar menjadi salah satu sasaran empuk sebagian orang untuk dijadikan sebagai lumbung sumberdaya manusia (SDM) Unggul. Pemudanya diyakini bisa menjadi cikal bakal penerus generasi emas 2024.
Hal ini sebab, para pemuda Makasaar dianggap terbuka dalam menerima gagasan serta masukan. Hal tersebut disampaikan melalui pidato Kebudayaan, Salah Satu Tokoh Pemuda asal Sulsel, Arief Rosyid Hasan.
Melalui pidato kebudayaan, berjudul “Gerbong Pemuda dan Visi Indonesia Emas 2045”, beberapa poin gagasan yang dibahas menuju tahun 2045 di Gedung Mulo, Makassar, Rabu,27 Desember.
Satu Tokoh Pemuda asal Sulsel, Arief Rosyid Hasan mengatakan paradigma berpikir pemuda sentris harus menjadi gaung dan tindak nyata. Pemuda harus menempatkan dirinya dalam pola berpikir kreatif, berdaya cipta dan inovatif.
"Inilah yang saya lihat dalam diri para pemuda diantaranya di Sulsel, ada semangat pembaharuan dalam semua level kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dalam dikenai ekonomi, politik maupun sosial budaya," tuturnya.
Pola pikir seperti ini menurut Arief Rosyid sebagai syarat utama pembangunan bangsa. Dari hulu, regulasi keterlibatan pemuda dalam perekonomian harus dirancang dengan memberikan insentif agar pemuda ikut duni kewirausahaan.
Selanjutnya, pemuda beranjak terlibat dalam industri kreatif nasional. Keunikan budaya dan potensi sumber daya lokal dilihat Arief Rosyid jadi modal menciptakan produk dan layanan inovatif.
"Negara bisa memberikan dukungan pelatihan, pendanaan dan fasilitas pendukung perkembangan industri kreatif," jelasnya.Di hilir, Pembangunan infrastruktur terencana menjadi kunci.
Kemudahan mobilitas dan aksesibilitas jaringan membuka peluang baru. Gagasa Kedua, menempatkan pemuda dalam domain aslinya subjek penggerak kemajuan," kata Mantan Ketua Umum PB HMI.
Kesadaran pemuda sebagai subjek penggerak harus tertanam. Kemudian mengakar pada konteks sosial kebudayaannya.
Anak muda masih dipandang sebagai objek. Statistik Bappenas tahun 2020 disebutnya jadi bukti lambatnya pembangunan pemuda Indonesia.
Indeks pembangunan pemuda di angka 7 dari 11 negara ASEAN. Lalu di level global, Indonesia ada di urutan ke-138 dari 183 negara.
"(Padahal)jumlah existing pemuda dari generasi milenial dan gen Z di Indonesia ada 64 persen dari total penduduk. Dapat ditarik kesimpulan angka ini belum dimaksimalkan," kata Arief Rosyid.
Padahal jika menilik lebih dalam, selalu ada kesamaan visi dari kolektif pemuda yang bisa menciptakan snowball effect jika berkolaborasi," katanya.
Ruang diskusi dalam konteks pertemuan fisik harus kembali lebih dimassifkan. Sebab, aktivitas antar layar handphone dinilai tidak memberikan dampak panjang.
"Karena sifat dunia digital sangat cepat maka informasi dipertukarkan cepat namun semu," lanjutnya
Gagasan pembangunan pemuda dirumuskan bersama pemerintah Arief Rosyid Hasan menginisiasi barasibpeta jalan menciptakan pemuda sehat, profuktif dan partisipatif.
"Pembangunan kepemudaan membutuhkan lebih dari sekedar pelibatan stakeholder," jelas Arief Rosyid.
Peran pemerintah bersama anak muda dan madyarakat menjadi kunci pembangunan bangsa menuju 2045.
Salah Satu Mahasiswa Unhas, Istinara mengatakan jika dirinya tertarik mengikuti pidato Kebangsaan sebab yang menggagas juga tokoh pemuda menginspirasi.
“Ini salah satu cara menarik dan mengajak kita berfikir mengenai langkah apa yang bakal di gerakkan kedepan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News