Dari Penyangga Leher, Pura-pura Sakit Hingga Turing Mercy, Ini Alasan Roy Suryo

Roy Suryo

Elza pun menegaskan kliennya tidak pernah berpura-pura sakit. Riwayat penyakit yang diderita Roy Suryo pun telah diserahkan kepada penyidik.

PORTALMEDIA.ID - Alat penyangga leher atau cervical collar telah dua kali dikenakan Roy Suryo saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus meme stupa Candi Borobudur di Polda Metro Jaya. Tim pengacara buka suara menjelaskan alasan Roy Suryo mengenakan alat bantu kesehatan tersebut.

Pengacara Roy Suryo, Elza Syarief, mengatakan penggunaan penyangga leher itu berkaitan dengan riwayat penyakit darah tinggi yang diderita oleh Roy Suryo.

"Kenapa pakai pembalut vertikal itu? Karena darah tinggi. Darah tinggi itu kalau dia tidak berdiri dengan jejak lehernya, itu bisa pembuluh darahnya pecah. Dia waktu Kamis kemarin tekanan darahnya sudah mencapai 201/100," kata Elza, Minggu (7/8/2022) dilansir Detikcom.

Baca Juga : Tolak Mediasi dengan Jokowi, Kubu Roy Suryo: Tak Ada Perdamaian!

Elza juga menjelaskan kehadiran Roy Suryo dalam acara gathering Mercedez-Benz SL Club Indonesia yang disorot masyarakat. Dalam kegiatan itu, Roy Suryo tampak tertawa lepas seakan-akan dalam kondisi sehat.

Menurut Elza, kliennya tetap dalam perawatan dokter ketika mengikuti kegiatan tersebut. Roy, kata Elza, pun tidak ingin memperlihatkan kepada rekan-rekannya yang hadir jika tengah dalam kondisi sakit.

"Dia pergi dinyatakan touring, padahal dia tidak touring. Dia datang dalam acara touring itu mengucapkan ulang tahun kepada mantan Wakapolri Pak Nanan karena ulang tahun. Kenapa dia tertawa? Ya dia kan nggak mau memperlihatkan kepada teman-temannya bahwa dia lagi sakit. Karena dalam perayaan ulang tahun dia bersedih ria kan nggak lucu, kaya minta apa gitu. Kalau muka kamu sedih ya nggak usah muncul dong," ungkap Elza.

Baca Juga : RS HAH Parepare Ajak Warga Patuh Kendalikan Hipertensi

Elza pun menegaskan kliennya tidak pernah berpura-pura sakit. Riwayat penyakit yang diderita Roy Suryo pun telah diserahkan kepada penyidik.

"Kita ya karena sesungguhnya Pak Roy itu memang sakit. Kan sakit itu tidak harus diopname, tapi sakit ini tidak bisa mendapatkan pressure yang bisa menambah sakitnya. Dia sakit diabetes yang sudah mendapat perawatan dari tahun 1994. Itu ada sejarah perawatan dia, kita lampirkan," kata Elza.

Elza mengatakan kliennya juga menderita penyakit darah tinggi. Dia mengatakan tiap riwayat penyakit yang diderita Roy Suryo pun telah diserahkan kepada penyidik.

Baca Juga : Lanjutan Sidang Bambang Tri dan Gus Nur dalam Kasus Ujaran Kebencian Ijazah Palsu, Teman Jokowi Jadi Saksi

"Kemudian dia punya darah tinggi. Itu kan sangat membahayakan itu bisa stroke, meninggal. Oleh karena itu, kita sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan bukti-bukti tadi," jelas Elza.

Menurut Elza, kliennya tidak pernah berpura-pura sakit selama proses pemeriksaan. Dia pun menyebut Roy Suryo tetap akan bersikap kooperatif usai dilakukan penahanan oleh kepolisian.

"Jadi kita bukan pura-pura sakit. Tapi orang-orang selalu beranggapan dan mereka kayaknya nggak puas deh kalau belum ditahan. Jadi ya sudah kita bilang, ya sudah kita ikuti prosedur karena ini kewenangan penyidik," tutur Elza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru