Salurkan Rp11,11 Triliun, BRI Dominasi Penyaluran KUR di Sulsel

IST

Hingga 30 November 2023 total KUR yang disalurkan BRI di Sulsel mencapai Rp11,11 triliun.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih tertinggi menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) per sektor usaha.

Hingga 30 November 2023 total KUR yang disalurkan BRI di Sulsel mencapai Rp11,11 triliun. "Secara keseluruhan penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp13,57 triliun, dan penyaluran tersebut didominasi sektor usaha pertanian, perburuan dan kehutanan,” ungkap Kepala DJPb Sulsel Supendi baru-baru ini.

Ia mengatakan Bank Mandiri berada pada urutan ke dua tertinggi menyalurkan KUR yakni sebesar Rp1,3 triliun.

Baca Juga : Ratusan Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Reformasi Kebijakan Ekonomi

“Kemudian disusul Bank Negara Indonesia (BNI) dengan total penyaluran Rp1,8 triliun, dilanjutkan PT. Pegadaian Syariah Indonesia sebesar Rp1,75 triliun,” tukas Supendi.

Ia mengatakan BPD Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) urutan ke 6 tertinggi menyalurkan KUR sebesar Rp112 miliar.

“Selnjutnya BPD Jabar menyalurkan KUR Rp48 miliar, Bank Tabungan Negara (BTN) Rp47 miliar, Bank Central Asia (BCA) Rp13,90 miliar,” tegas Supendi.

Baca Juga : Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor, Perbankan Dorong UMKM Manfaatkan AI

Kata Supendi risiko dan ketidakpastian global masih tinggi, harus terus diantisipasi dan dimitigasi.

“Kinerja perekonomian Indonesia terjaga baik. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2023 diperkirakan dapat dijaga di kisaran 5%, ditopang oleh permintaan domestik yang masih kuat,” ucapnya.

Momentum, sambung Supendi pemulihan ekonomi yang terus terjaga hingga 2023 akan menjadi pondasi yang kuat bagi pertumbuhan yang lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga : Perbankan Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat Desa Wisata

“Untuk ekonomi Sulsel masih terjaga solid ditandai dengan neraca perdagangan yang kuat, aktivitas konsumsi yang bertumbuh, dan inflasi yang terkendali,” tutup Supendi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru