Tantang Andi Amar, Suporter: Kalau Serius Mau Akusisi PSM, Buktikan
Suporter PSM Makassar menantang putra Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Andi Amar Ma'ruf Sulaiman untuk serius mengambil alih kepemilikan PSM, tidak hanya memanfaatkan untuk kepentingan politik.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Putra Mentan Andi Amran Sulaiman (AAS), Andi Amar Ma'ruf Sulaiman mendapat tantangan dari kalangan suporter PSM Makassar. Itu setelah Amar melontarkan dukungan akuisisi terhadap klub sepak bola profesional tertua di Indonesia itu.
Amar sendiri sempat berkomentar terkait dukungannya kepada perusahaan yang bergerak di bidang tambang milik ayahnya, PT Tiran Grup, untuk mengakuisisi PSM. Begitu juga dengan PT Jhonlin Grup milik Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam).
Kata Amar, sebagai pemuda Sulsel, dia cukup prihatin dengan kondisi finansial PSM. Sehingga, menurutnya akan sangat baik jika para pemain bisa berlaga tanpa ada beban fikiran mengenai gajinya yang menunggak.
Baca Juga : Perkuat Bisnis dan Dukungan Suporter, PSM Makassar dan Cahaya Bone Resmi Berkolaborasi
”Kita mau melihat pemain berlaga tanpa beban fikiran terkait tunggakan gaji dan lainnya. Kalau sepak bola kita ingin maju, kenapa tidak (diakuisisi). Masyarakat Sulsel ingin melihat PSM Makassar bisa berlaga tanpa beban di lapangan. Karena kemenangan PSM adalah kemenangan masyarakat Sulsel juga,” kata dia.
Komentar tersebut lantas mendapat beragam tanggapan dari kalangan suporter. Termasuk tantangan untuk ambil bagian dalam mendorong sang ayah serius mengambil alih PSM.
Anggota Komunitas VIP Utara, Sulyadi Abbas menegaskan, jika memang Andi Amar serius, bersimpati dan berempati dengan PSM dan ingin berkontribusi, akan sangat diapresiasi. Namun jika hanya dijadikan panggung pokitik, sebaiknya urungkan saja.
Baca Juga : Ambisi Besar PSM Makassar Lawan Persis Solo, Tomas Trucha Datang dengan Kekuatan Penuh!
”Kami kan suporter, pecinta PSM, kami saja dukung lewat beli jersey ori, merchandise dan sebagainya. Kalau Andi Amar serius, buktikan dong. Manajemen sudah buka pintu, tinggal masuk saja,” kata kepada wartawan, Senin (8/1/2024).
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Adhit itu menegaskan, PSM merupakan klub sepak bola milik warga Sulsel. Artinya, klub tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan satu pihak saja, apalagi jika hanya kepentingan politik.
”Saya tegaskan, PSM ini klub kecintaan kita semua, jadi jangan jadikan sebagai alat politik. Kalau mau membantu, langsung saja, tidak usah cari panggung lewat PSM, jangan seret PSM untuk kepentingan politik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News