Amran Sulaiman Pastikan Penambahan Pupuk Subsidi Tak Ada Kaitan Pemilu 2024
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan tak ada unsur politik terkait kebijakan penambahan kuota pupuk subsidi oleh Presiden Jokowi.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, penambahan subsidi pupuk Rp 14 triliun dilakukan bukan terkait Pemilu 2024. Langkah ini diambil karena kebutuhan yang tinggi imbas dari bencana El-Nino.
Amran mengatakan, penambahan alokasi pupuk ini dilakukan dalam rangka mendorong produktivitas petani. Adapun produksi ini mengalami penurunan karena kekeringan imbas bencana El-Nino tersebut.
"Jangan sampai kemarin ada politisasi bahwa saat presiden pidato ada yang tinggalkan tempat. Itu nggak benar, karena saya ada di sana, janganlah dipolitisasi ini pupuk. Nggak lah (karena unsur politik), ini dibutuhkan, ini El-Nino. El Nino tidak main-main," kata Amran di Waskita Rajawali Tower, Jakarta Timur, Senin (8/1/2024).
Baca Juga : Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya
Selain itu, penambahan alokasi ini juga dilakukan karena masih banyak petani yang belum mendapatkan pupuk subsidi. Selaras dengan penambahan jumlah pupuk ini, pemerintah juga tengah memperbaiki regulasi sistem distribusi pupuk.
"Nanti yang tidak punya kartu untuk sementara bisa menggunakan KTP. Sudah kita perintahkan jalan. KTP sudah bisa menebus pupuk, yang penting dia petani," ujarnya.
Adapun perbaikan regulasi yang dimaksud ialah Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 10 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.
Baca Juga : 40 Ton Beras Ilegal Diamankan, Mentan Amran: Ini Soal Harga Diri Petani
Menurutnya, aturan tersebut mempersulit petani dalam mengakses pupuk subsidi. Oleh karena itu, ia berharap langkah ini dapat membantu para petani agar semakin mudah memperoleh pupuk subsidi. Ia juga memastikan, akan mengakomodir semua petani-petani di tanah air.
"Saudara kita yang tinggal di hutan ini tak diberi kesempatan. Padahal, maaf, hidupnya yang paling sulit di sektor tani. Kenapa tinggal di hutan? Karena tidak punya tanah, tidak punya sawah. Jadi dia yang hidupnya sulit tapi tidak diberi akses untuk mendapatkan pupuk, alat mesin pertanian. Kami buka sekarang," kata Amran.
"Kami laporkan ke Pak Presiden alhamdulillah dipenuhi Rp 14 triliun. Itu bisa volume dengan harga pupuk sekarang 2,5 juta ton, Rp 14 triliun, bisa 2,5 juta ton tambahan nanti," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News