Indonesia Keluarkan Pernyataan Kecam Serangan Israel di Jalur Gaza
Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengeluarkan pernyaan mengutuk perbuatan Israel yang melakukan bombardir di Jalur Gaza.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Serangan Israel di Gaza pada hari kedua Sabtu 6 Agustus 2022 memakan korban jiwa sedikitnya 15 warga Palestina, termasuk seorang gadis berusia 5 tahun. Serangan membabi buta ini dikutuk banyak pihak, termasuk Indonesia.
Menurut kementerian kesehatan Palestina di Gaza. 125 lainnya dilaporkan terluka dalam insiden maut ini. Juga dikabarkan seorang wanita tewas pada Sabtu sore hari ketika sebuah pesawat tempur Israel menabrak sebuah mobil di Beit Hanoun di Gaza utara.
"Indonesia mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel di Gaza yang telah mengakibatkan tewasnya masyarakat sipil, termasuk anak-anak," demikian seperti dikutip dari situs Kemlu RI, Minggu (7/8/2022).
Baca Juga : Sembilan Pernyataan Sikap, MUI Serukan Perkuat Solidaritas Palestina
Terkait hal itu, Indonesia juga mengajak PBB agar serangan Israel di Jalur Gaza segera dihentikan.
"Indonesia mendorong PBB segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan tindakan kekerasan dan agresi tersebut guna menghindari semakin banyaknya korban serta memburuknya situasi."
Layanan Kesehatan Gaza Terancam Berhenti
Baca Juga : Deng Ical Desak PBB Turun Tangan Tindak Tegas Israel
Sementara itu, dikutip dari liputan6, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga memperingatkan bahwa layanan medisnya dapat berhenti dalam waktu 72 jam karena kurangnya bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan generator.
Selama konferensi pers, Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian, mengumumkan penangguhan layanan rawat jalan dan operasi terjadwal di semua rumah sakit untuk memastikan operasi darurat bagi yang terluka dalam "agresi".
Situasi farmasi di Gaza sedang mengalami masa "terburuk" dalam beberapa tahun, ujar al-Qidra memperingatkan.
Baca Juga : Pembelaan Prabowo ke Palestina Jadikan RI Target Operasi Senyap
Komandan PIJ di Gaza Utara Jadi Korban
Mengutip AP, kelompok PIJ mengatakan Taiseer al-Jabari, komandannya untuk Gaza utara, termasuk di antara yang tewas. Dia telah menggantikan militan lain yang tewas dalam serangan udara pada 2019.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas "ancaman segera" dari dua regu militan yang dipersenjatai dengan rudal anti-tank. Juru bicara itu, yang memberi penjelasan kepada wartawan dengan syarat anonim, mengatakan al-Jabari sengaja menjadi sasaran dan bertanggung jawab atas “beberapa serangan” terhadap Israel.
Baca Juga : Lima Negara Barat Resmi Akui Palestina, Israel Makin Murka
Ratusan orang berbaris dalam prosesi pemakaman untuk dia dan orang lain yang terbunuh, dengan banyak pelayat mengibarkan bendera Palestina dan Jihad Islam dan menyerukan balas dendam.
Media Israel menunjukkan langit di atas Israel selatan dan tengah menyala dengan roket dan pencegat dari sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel. Sebuah ledakan terdengar di Tel Aviv.
Tidak segera jelas berapa banyak roket yang diluncurkan. Sejauh ini belum ada kabar segera mengenai korban di pihak Israel.
Baca Juga : Presiden Prabowo Ajak Dunia Akhiri Tragedi Gaza
Israel terus menyerang target lain pada hari Jumat, termasuk fasilitas produksi senjata dan posisi PIJ.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News