Pj Gubernur Bahtiar Resmikan Jembatan Akbar di Kelurahan Wattang Bacukiki Parepare
Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, didampingi Penjabat Wali Kota Parepare Akbar Ali meresmikan jembatan Akbar yang berlokasi di jalan suaka alam lestari, yang berada di wilayah Kecamatan Bacukiki Barat dan Bacukiki Kota Parepare.
PORTALMEDIA.ID, PAREPARE - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali melakukan peresmian jalan dan jembatan Akbar yang berlokasi di jalan suaka alam lestari, yang berada di wilayah Kecamatan Bacukiki Barat dan Bacukiki Kota Parepare, Selasa 9 Januari 2024.
Peresmian tersebut dilakukan langsung Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, didampingi Penjabat Wali Kota Parepare Akbar Ali, serta sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Parepare serta beberapa kepala SKPD lingkup Sulawesi Selatan dan Kota Parepare.
Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, kegiatan peresmian jembatan akbar ini dilakukan untuk digunakan secara umum kepada sejumlah warga yang melintas di Kota Parepare, sehingga dengan adanya akses ini bisa lebih mempermudah untuk akses ke RSUD atau juga memasuki Kota Parepare melalui akses jalan Jenderal Sudirman, serta akses memuju Stadion Gelo Bj Habibie.
Baca Juga : Warga Sayangkan Taman Mattirotasi Ditutup Padahal Masa Sewa Belum Berlaku
Bahtiar, menjelaksan, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sebanyak 33 Milyar Rupiah, dimana hasil dana tersebut 30 Milyar bersumber dari Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel dan 3 Milyar itu dianggarkan melalui APBD Kota Parepare tahun anggaran 2013.
"Jadi jembatan ini sendiri itu dibangun lebih besar menggunakan dana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekitar 30 Milyar sementara sisanya 3 Milyar dari APBD Kota Parepare itu dianggarkan pada tahun 2023 untuk percepatan penyelesaian jembatan tersebut," jelas dia.
Bahtiar, menuturkan, Pemerintah Provinsi memang membutuhkan bagaimana terus melakukan perbaikan sejumlah sektor jalan yang ada di Sulawesi Selatan, dimana untuk Pemprov sendiri sebanyak 2.300 jalan Trans Sulawesi yang harus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi.
Baca Juga : Kisah Baru di Parepare: Ketika Jaring Pengaman Sosial Sampai ke Tangan Nelayan, Petani, dan Juru Parkir
"Memang kalau kita berhitung secara keuntungan pembangunan dalam satu tahun itu kita hanya bisa selesaikan sebanyak 200 kilo meter pertahun, sehingga kalau kita mau mencapai tujuan tersebut maka dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa diselesaikan," urainya.
Dirinya berharap kedepan persoalan ini bisa segera ditasi dengan baik, tentunya salah satu tekhnis yang harus dilakukan, bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga kebutuhan pajak juga semakin meningkat. Tentunya kita juga harus menyiapkan managemen yang baik demu mewujudkan hal tersebut.
"Bagaimana mau tarif pajak yang besar kalau kondisi ekonomi menurun, maka fokus pertama kita yakni hadirkan Program peningkatan ekonomi masyarakat sehingga laju ekonomi juga bisa lebih baik, dan tentunya akan berdampak lada penghasilan pajak juga meningkatkan," jelas Bahtiar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News