Atikoh Paparkan Program Sakti Ganjar-Mahfud ke Ibu-ibu Majelis Taklim

Istri Calon Presiden nomor urut tiga di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh

Program yang dipaparkan Atikoh ialah mengenai internet gratis merata se-Indonesia, pendidikan, dan KTP Sakti.

PORTALMEDIA.ID, MANADO -- Istri Calon Presiden nomor urut tiga di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh menyampaikan program-program yang akan dilaksanakan Ganjar Pranowo-Mahfud MD apabila terpilih di Pilpres 2024, saat menemui sejumlah perkumpulan majelis taklim ibu-ibu di Kota Manado, Sulawesi Tengah.

Tiga program ini merupakan sedikit program yang memang dimiliki oleh Ganjar-Mahfud. Program yang dipaparkan Atikoh ialah mengenai internet gratis merata se-Indonesia, pendidikan, dan KTP Sakti.

"Belum semua daerah di Indonesia terjangkau internet," kata Atikoh dalam pertemuan dengan majelis taklim ibu-ibu di Hotel Aston, Manado.

Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat

Menurut Atikoh, internet sebenarnya sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain bisnis dan pelajar. Mantan wartawati itu menyampaikan bagaimana bisa pelajar menambah wawasan dan ilmu pengetahuannya apabila tidak terkoneksi dengan internet. "Internet itu diperlukan, pelajar bisa mencari materi terkait dengan penemuan teknologi terbaru," kata Atikoh.

Selain program internet gratis, Atikoh menyampaikan Ganjar-Mahfud memiliki program pendidikan antara lain memberikan insentif kepada guru agama, satu sarjana satu keluarga miskin, dan SMK lulus kerja.

Atikoh menambahkan untuk pesantren dan guru agama sudah dilaksanakan suaminya ketika menjabat gubernur di Jawa Tengah. "Insyaallah akan dapat insentif dari pemerintah karena guru agama yang mendidik anak bangsa agar generasi penerus menjadi insan berkarakter dan berbudi pekerti tinggi," kata Atikoh.

Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari

Selain itu, lanjut Atikoh, Ganjar-Mahfud juga masih memiliki program KTP Satu Kartu Terpadu Indonesia (KTP Sakti). "KTP Sakti agar datanya terintegrasi, sehingga program pemerintah bisa tepat sasaran," kata cucu ulama NU KH Muhammad Hisyam Abdul Karim ini. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru