Mantan Pelatih PSM Sukses Bawa Tajikistan ke Perempat Final Piala Asia 2023
Petar Segrt berkenalan dengan sepak bola Indonesia pada tahun 2010, saat terjadi dualisme kompetisi. Ia menangani Bali Devata. Setelah itu, ia melatih PSM Makassar pada 2011-2013.
PORTALMEDIA.ID, DOHA - Tim nasional Tajikistan yang dibesut Petar Segrt, mantan pelatih PSM Makassar kembali mengejutkan di Piala Asia 2023. Tajikistan sukses memulangkan Uni Emirat Arab 5-3 melalui adu penalti setelah hasil imbang 1-1 untuk melaju ke delapan besar.
Mereka menjadi tim kedua yang mencatatkan rekor debut yang begitu dalam setelah Australia pada tahun 2007.
"Kami sekarang adalah kuda hitam di turnamen ini. Tidak ada yang tahu seberapa jauh kami bisa melangkah. Saya tidak punya batasan untuk para pemain saya, mereka kembali mengejutkan saya," kata Segrt.
Baca Juga : Perkuat Bisnis dan Dukungan Suporter, PSM Makassar dan Cahaya Bone Resmi Berkolaborasi
Segrt yang melatih PSM pada 2012-2013.
Petar Segrt berkenalan dengan sepak bola Indonesia pada tahun 2010, saat terjadi dualisme kompetisi.
Ia menangani Bali Devata. Setelah itu, ia melatih PSM Makassar pada 2011-2013.
Baca Juga : Ambisi Besar PSM Makassar Lawan Persis Solo, Tomas Trucha Datang dengan Kekuatan Penuh!
PSM kala itu juga berkiprah di Liga Primer Indonesia. Dalam dua musim, tim Juku Eja berada di posisi keenam.
Kini, Segrt menjadi pahlawan nasional di Tajikistan dalam seminggu terakhir. Sikap dan kecakapan taktik membuat Tajikistana melejit di Piala Asia 2023.
“Ini seperti ketika Anda memiliki anak, Anda harus menunggu saat yang tepat,” kata Segrt ketika ditanya apakah kepribadiannya melindungi timnya selama babak penyisihan grup," katanya.
Baca Juga : Gol Tunggal Abu Kamara Antarkan PSM Makassar Tumbangkan Dewa United 1-0
Petar Segrt menceritakan masa lalunya yang penuh perjuangan. "Saya tidak pernah lupa dari mana saya berasal. Saya pikir saya memiliki jiwa yang jujur, ini adalah hal terpenting bagi saya," katanya.
Gaya manajemennya jelas menyentuh hati para pemain mudanya, yang menelannya dan memecahkan kacamatanya saat mereka lolos ke babak 16 besar.
"Dia sangat positif setiap saat, sangat baik hati. Tapi dia tahu kapan dia harus bersikap ramah dan baik hati, dan kapan dia harus bersikap keras dan tegas terhadap kami," kata bek Tajikistan, Zoir Dzhuraboev.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News