Berasal dari Dalam Negeri, Pembangunan IKN dari Investasi Sudah Tembus Rp47 Triliun

Ist

Sejauh ini ada sekitar 350 investor yang berminat berinvestasi di IKN. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 persen berasal dari asing.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Nusantara mencatat, sejak 2023, pembangunan IKN dari investasi sudah mencapai Rp47 triliun. Semua investasi itu berasal dari investor pelopor dalam negeri.

Deputi Investasi dan Pendanaan OIKN, Agung Wicaksono, menekankan, investasi dari dalam negeri tersebut menjadi rujukan investor asing. "Ini menjadi dasar, sehingga makin banyak dari investor asing juga," kata Agung, Sabtu, 3 Februari 2024. 

Agung mengatakan, salah satu negara yang berinvestasi di IKN adalah Uni Emirat Arab (UEA). Menurutnya, investasi itu bukan hanya bisnis ke bisnis (business to business), tetapi berawal dari kerja sama antarpemerintah (G to G). 

Baca Juga : Media Inggris Soroti IKN Terancam Jadi 'Kota Hantu'

"Kemarin kami juga ikut, hadirnya Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Al Mazroui bertemu sejumlah menteri. Ini menunjukkan komitmen dari pemerintah UEA," ujarnya. 

Setelah bertemu dengan Menko Marves Luhut Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan menteri lainnya, sambungnya, maka akan ditindaklanjuti secara bisnis. Ia menambahkan, investasi dari UEA ini ada di beberapa sektor yang menjadi prioritas, salah satunya energi terbarukan. 

Agung menjelaskan, dalam investasi energi terbarukan, perusahaan asal UEA, Masdar menyatakan minatnya berinvestasi di IKN. Hal itu setelah pihaknya bertemu dengan Masdar.

Baca Juga : Dorong Iklim Investasi, Appi Launching Woodland Residence di Antang

"Kita sudah berbicara dan bertemu dan masuk dalam fase non-disclosure agreement. Perjanjian pertukaran kerahasiaan data," ucapnya.

Saat ini, tambahnya, untuk energi terbarukan menggunakan dari PLN. Di mana PLN juga mempunyai mitra perusahaan dari Singapura, Sembcorp. 

Selain UEA, menurutnya, investasi IKN juga berasal dari Arab Saudi. "Jadi IKN sangat seksi dan banyak yang berminat," katanya. 

Baca Juga : Dubes RI untuk Kuwait dan Wagub Sulsel Bahas Ketenagakerjaan hingga Investasi

Agung menyebut, sejauh ini ada sekitar 350 investor yang berminat berinvestasi di IKN. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 persen berasal dari asing.

"Mayoritasnya dari dalam negeri. Dari yang investor asing ini cukup banyak yang nantinya kita perlu melakukan seleksi," ujarnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru