PT Pos Indonesia Optimistis Pendistribusian Surat Suara Segera Selesai
Kondisi Pemilu tahun 2024 berbeda dengan tahun 2019. Saat ini posisinya Indonesia sedang mengalami musim hujan, jadi letak geografis saat musim ini tentu menjadi kendala tersendiri dalam distribusi surat suara.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - PT Pos Indonesia optimistis pendistribusian surat suara ke beberapa TPS di wilayah Indonesia segera selesai. Pendistribusian dari KPUD ke TPS sesuai dengan masing-masing geografisnya.
"Kita PT Pos Indonesia lebih dari 50 coverage-na, dari beberapa provinsi, kalau distribusi kita sudah. Kan distribusi ada dari percetakan ke KPUD, dari KPUD itu tanggal 15 Januari sudah clear semuanya di 514 Kabupaten," kata Ketua Satgas Kiriman Pemilu PT Pos Indonesia, Mohammad Sarif, Jumat, 9 Februari 2024.
"Harusnya tanggal 9 ini sudah clear semua, h-1 tapi kan harus masuk TPS semua," ucapnya.
Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih
Dirinya menjelaskan, PT Pos Indonesia bekerja sama dengan mitra lainnya, aparat keamanan, keluarga pegawai, dan LSM yang ada. "Kita juga kerja sama dengan pihak aparat untuk masing-masing masuk ke TPS, ini sudah kita kondisikan, agar h-1 pasti masuk," ujarnya.
Untuk coverage, kata dia, terbanyak di wilayah Sumatera. Sementara region 6 seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Jayapura sudah mulai masuk TPS.
"Kalau PT Pos Indonesia untuk wilayah 3T kita bekerja sama dengan tim yang sudah dibentuk di TPS. Jadi kita hanya di kecamatan dan desa, tapi ada beberapa teman-teman ke TPS untuk mengoptimalkan dan keterbatasan pegawainya," ucapnya menjelaskan.
Baca Juga : Pemerintah Buka Kajian Pemilu Lewat E-Voting
Ia menilai kondisi Pemilu tahun 2024 berbeda dengan tahun 2019. Saat ini posisinya Indonesia sedang mengalami musim hujan, jadi letak geografis saat musim ini tentu menjadi kendala tersendiri.
"Jadi musim penghujan ini yang menjadi kendala kami, tapi semua sudah terselesaikan semua. Kita menggunakan pesawat udara yang wilayah timur karena cuaca tidak memungkinkan, untuk Maluku Barat Daya sudah clear semua," kata dia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News