Pelatihan Strategi Pemberitaan Positif, Alamsyah: Staf Humas Jangan Berhenti Belajar
Alamsyah menuntut kerja humas harus lebih cepat. Semakin cepat informasi diterima publik, maka semakin baik kerja kehumasan Bawaslu.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Koordinator Divisi Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Alamsyah mengingatkan staf humas Bawaslu kabupaten/kota harus mampu bersinergi dengan media.
Tidak hanya itu, Alamsyah juga menuntut kerja humas harus lebih cepat. Semakin cepat informasi diterima publik, maka semakin baik kerja kehumasan Bawaslu.
Hal itu diutarakan Alamsyah saat membuka Pelatihan Strategi Pemberitaan Positif Kabupaten Kota se Sulsel Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (09/02/2024) malam.
Baca Juga : PDPB Disorot, Bawaslu Minta KPU Sulsel Lebih Proaktif
Pelatihan ini melibatkan 54 staf Humas Bawaslu Sulsel dan kabupaten/kota, serta puluhan jurnalis. Pelatihan ini digelar selama dua hari.
Alamsyah menambahkan pelatihan ini bertujuan agar staf humas di daerah punya skil dalam membuat berita yang bisa membantu kerja jurnalis kedepan.
Dia pun berharapilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini bisa diaplikasikan saat kembali bertugas di daerah masing-masing. "Staf Humas Bawaslu jangan pernah berhenti belajar," pintanya.
Baca Juga : Bawaslu Kembangkan Model Pengawasan Berbasis AI
Wartawan senior Nur Thamzil Thahir hadir sebagai salah satu narasumber. Thamzil memaparkan materi mengenai langkah penting dalam pembuatan berita. Terlebih dalam konteks menulis rilis.
"Salah satu tips penting dalam menulis rilis adalah mencantumkan instrumen fakta secara jelas dan terperinci," ungkap Thamzil.
Menurutnya, dalam era saat ini, konsep berita bukan lagi hanya menggunakan 5W+1H, tetapi lebih tepatnya 5W+2H.
Baca Juga : Bawaslu Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu Lewat Rakor Sentra Gakkumdu
Konsep 5W +1H meliputi What (apa), Why (mengapa), Where (di mana), When (kapan), Who (siapa), How (bagaimana), dan How Much (seberapa).
Dengan adanya tambahan pertanyaan "How Much", Thamzil menekankan pentingnya menyertakan data konkret seperti angka, jumlah, dan presentase dalam sebuah berita.
Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih detail dan meyakinkan kepada pembaca.
Baca Juga : Bawaslu dan Disdik Bahas Pemilihan OSIS Serentak Berbasis E-Voting
"Data fakta seperti angka, jumlah, dan presentase memiliki kekuatan yang besar dalam menguatkan pesan yang disampaikan," tambahnya.
Perubahan konsep ini mencerminkan dinamika perkembangan media. Terlebih kebutuhan akan informasi yang lebih lengkap dan terperinci dalam menyampaikan sebuah berita.
Thamzil mendorong para Humas Bawaslu dan penulis berita untuk mengikuti tren ini. Hal tersebut demi meningkatkan kualitas dan keakuratan informasi yang disampaikan kepada pembaca.
Baca Juga : Bupati Toraja Utara Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Kantor Bawaslu
Pelatihan bertajuk "Strategi Pemberitaan Positif", dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Sulsel, Alamsyah.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News