Kecewa Atas Laporan tentang Konflik Ukraina, Pendiri Amnesty International Cabang Swedia Mengundurkan Diri

ist

Per Westberg mendirikan Amnesti Internasional pada 1964 silam atau 60 tahun lalu.

PORTALMEDIA.ID -- Salah satu pendiri Amnesty International cabang Swedia, Per Westberg, memutuskan untuk mundur dari organisasi kemanusiaan itu pada Rabu (10/8/2022) waktu setempat.

Wastberg mengatakan alasannya mengundurkan diri terkait laporan Amnesty tentang konflik di Ukraina, dan bahwa organisasi tersebut telah melampaui mandat aslinya untuk mengadvokasi tahanan politik.

“Saya telah menjadi anggota selama lebih dari 60 tahun. Dengan berat hati, karena pernyataan Amnesty mengenai perang di Ukraina, saya mengakhiri keterlibatann saya di sini," kata Wastberg kepada surat kabar Svenska Dagbladet, seperti dikutip dari RT.

Baca Juga : Tentara Ukraina Tak Percaya Janji Trump Akhiri Perang Rusia

“Sejak awal, Amnesty bekerja untuk kebebasan tahanan politik di mana pun di dunia,” kata Wastberg, yang ikut mendirikan cabang Swedia pada tahun 1964.

“Sejak itu secara bertahap, Amnesty memperluas mandatnya dan menjadi jenis organisasi yang berbeda," keluhnya.

Amnesti menghadapi banyak kritik setelah menerbitkan laporan pada 4 Agustus lalu, yang mengatakan Ukraina sengaja menempatkan pasukan dan kendaraan militer di daerah pemukiman dan rumah sakit. Laporan tersebut didasarkan pada penelitian di Ukraina timur, dari April hingga Juli.

Baca Juga : Polisi Temukan 7 Mayat Dalam Mobil, Ada Anak Dibawah Umur

“Kami telah mendokumentasikan pola pasukan Ukraina yang menempatkan warga sipil dalam bahaya dan melanggar hukum perang ketika mereka beroperasi di daerah berpenduduk,” kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard saat itu.

Direktur Amnesty Ukraina Oksana Pokalchuk mengundurkan diri setelah laporan tersebut.

Sementara itu pemerintah di Kiev menuduh Amnesty terlibat dalam propaganda pro-Rusia. Presiden Vladimir Zelensky bahkan mengatakan siapa pun yang meragukan korban Ukraina adalah kaki tangan Rusia.

Baca Juga : Bisakah Presiden Putin Ditangkap Sesuai Perintah Pengadilan Kriminal Internasional?

LSM sejak itu telah meminta maaf atas laporan merek, meskipun mereka tidak menyangkal laporan tersebut.

Sekretaris Jenderal Amnesty Swedia, Anna Johansson, mengatakan dalam sebuah wawancara pada Rabu bahwa sekitar seribu anggota organisasi telah berusaha untuk meninggalkan organisasi atas laporan Ukraina.

Sementara Ukraina memiliki hak untuk membela diri, Johansson mengatakan, bahwa tidak berarti bahwa ia memiliki hak untuk melanggar hukum humaniter internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru