Umat Islam di Bali Diimbau Salat Tarawih Pertama di Rumah Masing-masing
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengeluarkan seruan bersama dengan mengimbau umat Muslim di Bali untuk melaksanakan salat tarawih di masjid terdekat atau di rumah masing-masing selama Hari Raya Nyepi berlangsung.
PORTALMEDIA.ID - Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 di Bali jatuh pada Senin 11 Maret, yang diperkirakan berbarengan dengan awal puasa Ramadan 1445.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengeluarkan seruan bersama dengan mengimbau umat Muslim di Bali untuk melaksanakan salat tarawih di masjid terdekat atau di rumah masing-masing selama Hari Raya Nyepi berlangsung.
"Umat Islam melaksanakan salat tarawih di rumah ibadah terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing dan tidak menggunakan pengeras suara serta lampu penerangan yang terbatas," tulis Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dalam seruan bersama itu, Jumat (8/3/2024).
Baca Juga : Fenomena Februari 2026: Libur Imlek Bareng Awal Ramadan
Majelis-majelis agama dan lembaga sosial keagamaan serta instansi terkait ikut menyosialisasikan seruan tersebut kepada seluruh umat beragama di Bali.
"Seluruh masyarakat wajib menaati seruan bersama ini," imbuhnya.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali Ismoyo Soemarlan mengaku telah menyosialisasikan seruan bersama dari FKUB itu.
Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan di Ramadhan, Ini Sasaran Utamanya
"Iya pakai surat itu kami sebarkan ke ormas-ormas. Kami sebarkan ke MUI kabupaten/kota," ujar Ismoyo.
Ismoyo menuturkan MUI mengimbau masyarakat agar salat di rumah masing-masing saat Hari Raya Nyepi.
Sementara masyarakat yang ingin salat tarawih di masjid diminta menyesuaikan aturan dari desa adat setempat.
Baca Juga : Bali Perketat Pelancong Mancanegara, Saldo Tabungan Bakal Dicek
"Imbauan kami dari MUI koordinasi dengan desa setempat kalau desa setempat tidak mengizinkan ya mengikuti, jangan ada perlawanan," tuturnya.
Tahun ini, kata Ismoyo, MUI lebih memperkuat komunikasi kepada masyarakat dan aparat desa setempat agar kejadian tahun lalu di Sumber Klampok, Buleleng, tidak terulang.
"Kalau kami koordinasi dengan daerah setempat, sebenarnya Sumber Klampok itu sudah (disosialisasikan). Tapi sepertinya ada miskomunikasi itu yang harus diperbaiki lagi," jelas Ismoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News