11 Maret, Jemaah An-Nadzir Gowa Mulai Laksanakan Puasa
Pimpinan Jemaah An-Nadzir, Ustad Samiruddin Pandemmui menerangkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan bulan yang dilakukan oleh An-Nadzir.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Jemaah An-Nadzir Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah yang jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.
Pimpinan Jemaah An-Nadzir, Ustad Samiruddin Pandemmui menerangkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan bulan yang dilakukan oleh An-Nadzir.
Pemantauan bulan dimulai dengan mengamati tiga bulan purnama 14, 15, dan 16 Sya'ban 1445 H/2024 M, secara berurutan bertepatan dengan tanggal 23, 24, dan 25 Februari 2024 M, sesuai dengan kriterianya masing-masing.
Baca Juga : An Nadzir Gelar Salat Idul Adha 1445 Hijriah Lebih Awal Dari Pemerintah
Setelah menetapkan tiga purnama pada pertengahan bulan Sya'ban, seterusnya menghitung perjalanan bulan, maka didapatkan 27, 28, dan 29 Sya'ban 1445 H, bertepatan dengan tanggal 7, 8, dan 9 Maret 2024 M, sambil memperhatikan jam terbitnya bulan di ufuk timur, baik saat fajar kazib, fajar siddiq dan pagi hari, maupun melihat bayangan bulan bersusun dengan menggunakan kain tipis hitam.
"Jemaah An-Nadzir juga menggunakan alat bantu teknologi aplikasi melalui handphone yang sudah diteliti beberapa tahun terakhir, yang akurasi datanya sangat mendukung dan memudahkan kita untuk menentukan waktu atau jam terjadinya pergantian/new moon/kongjungsi dari bulan Sya'ban ke Ramadhan 1445 H," kata Samiruddin, Sabtu (9/3/24).
"Yang juga diikuti oleh fenomena alam, seperti adanya hujan, angin kencang, petir dan pasang puncak (kondak) air laut," sambungnya.
Baca Juga : Jemaah An Nadzir di Gowa Gelar Salat Id Pagi Tadi
Perlu dipahami bahwa selama bulan masih duluan terbit di ufuk timur daripada matahari, itu artinya masih bulan tua. Namun sebaliknya jika matahari sudah duluan terbit di ufuk timur daripada bulan maka yakinlah bahwa itu sudah bulan baru atau hilal.
Kemudian sebaliknya di ufuk Barat, manakala bulan lebih duluan tenggelam daripada matahari, itu artinya masih bulan tua, namun jika di ufuk barat matahari sudah duluan tenggelam daripada bulan,
maka itu berarti sudah bulan baru atau hilal, bisa nampak di atas ufuk dan bisa juga tidak nampak karena di bawah ufuk dimana tempat kita berada.
Baca Juga : Bagaimana Hukum Puasa bagi Bumil?, Simak Penjelasannya
"Pada hari Ahad, 10 Maret 2024, akhir bulan Sya'ban 1445 H, terbit di ufuk timur sekitar jam 05.49 WITA, sementara matahari terbit jam 06.07 WITA, meskipun sudah sulit dilihat secara kasat mata, sebagaimana sulitnya melihat hilal," ungkapnya.
Perjalanan akhir bulan Sya'ban sudah tidak sampai lagi ke Barat. Artinya, pada hari Ahad tersebut sudah terjadi pergantian/new moon/konjungsi dari bulan Sya'ban ke Ramadhan, yang terjadi sekitar jam 17.02 WITA (sore hari).
Berdasarkan hasil pemantauan bulan tersebut, maka Jemaah An-Nadzir mulai puasa pada hari Ahad, 10 Maret 2024 M dengan niat menyambut datangnya Ramadhan 1445 H.
Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 1445 H Pada 11 Maret
"Artinya, dalam keadaan berpuasa kemudian Ramadhan masuk yang ditandai dengan terjadinya pergantian bulan/new moon/konjungsi dari bulan Sya'ban ke Ramadhan 1445 H. Namun niat puasa 1 Ramadhan penuh terhitung mulai pada hari Senin, 11 Maret 2024 M," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News