Google Pecat Karyawannya Lantaran Protes Proyek Genosida Israel

IST

Sang pegawai berteriak, menolak membangun teknologi untuk digunakan mendukung genosida.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Google memecat karyawannya yang melakukan protes terbuka soal Israel di sebuah konfrensi teknologi di New York.

Peristiwa ini menandakan makin terjepitnya posisi Google dan perusahaan teknologi lain di Silicon Valley karena perbedaan pendapat yang tajam soal isu Israel-Palestina.

Seorang pegawai Google Cloud melakukan protes terbuka saat Direktur Pelaksana Google untuk bisnis di Israel menyampaikan pidato di sebuah konferensi teknologi di New York.

Baca Juga : Sembilan Pernyataan Sikap, MUI Serukan Perkuat Solidaritas Palestina

Sang pegawai berteriak, menolak membangun teknologi untuk digunakan mendukung genosida. Pegawai Google tersebut kini telah dipecat.

CNBC International menyatakan pemecatan pegawai Google Cloud tersebut hanya satu dari sekian banyak permasalahan yang dihadapi Google sejak Israel memborbadir Gaza.

Forum pegawai Google diketahui dibanjiri oleh komentar para pegawai soal kontrak militer antara Google dan pemerintah Israel menjelang KTT Hari Perempuan Internasional akhir pekan lalu.

Baca Juga : Pembelaan Prabowo ke Palestina Jadikan RI Target Operasi Senyap

Google terpaksa menutup forum online tersebut. Juru bicara Google beralasan forum harus ditutup karena dipenuhi oleh konten memecah belah yang mengganggu kerja mereka.

Peran Google sebagai penyedia teknologi untuk militer AS dan negara lain sudah lama menjadi topik hangat di antara para pegawainya, paling tidak sejak 2018.

Saat itu, para pegawai memprotes kontrak antara Google dengan Departemen Pertahanan AS yang diberi nama Project Maven.

Baca Juga : Lima Negara Barat Resmi Akui Palestina, Israel Makin Murka

Pada 2021, Google diketahui ikut serta dalam Project Nimbus, yaitu layanan komputasi awan dan AI senilai US$ 1,2 miliar untuk pemerintah dan militer Israel. Pegawai Google kembali menyuarakan protes mereka.

Kemarahan soal peran Google dalam teknologi militer Israel kerap membuat CEO Google Sundar Pichai diserang oleh para pegawai dalam berbagai ajang internal perusahaan.

Eskalasi krisis di Gaza dalam 5 bulan terakhir membuat kondisi internal Google makin panas.

Baca Juga : Prancis Siap Akui Palestina Merdeka di Sidang Umum PBB

Misalnya, 600 pegawai Google menandatangani surat meminta agar Google membatalkan sponsor untuk konferensi Mind the Tech yang dinilai mempromosikan industri teknologi Israel.

Video para pegawai yang memprotes keterlibatan Google, viral di media sosial. "Tak ada cloud untuk apartheid," teriak seorang pegawai.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru