Kementan Minta Bulog Utamakan Serap Gabah dan Jagung Petani Ketimbang Impor Daging Kerbau
Menteri Pertanian Andi Amran meminta Bulog memperkuat penyerapan dan distribusi hasil panen raya petani.
PORTALMEDIA.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) ikut menanggapi keluhan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi yang mendapat izin impor daging kerbau tahun ini.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Syamsul Ma'arif menuturkan Bulog sebaiknya fokus untuk menyerap gabah dan jagung petani saja.
Ia mengatakan saat ini beban Bulog sangat berat. Untuk menyerap hasil panen jagung dan gabah petani saja tidak sanggup, sehingga sebaiknya tidak menambah beban perusahaan.
Baca Juga : Bulog Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan
"Importasi jutaan ton beras saat ini sepertinya belum maksimal. Begitu pula serap jagung masih macet. Sebaiknya fokus bisnisnya membantu petani dalam negeri. Toh impor daging kerbau juga dilakukan oleh BUMN juga," ujar Syamsul melalui keterangan resmi, Selasa (3/4/2024).
Ia menjelaskan sesuai hasil rakortas yang dikoordinasikan oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 28 Maret 2024, diputuskan izin impor daging kerbau hanya diberikan pada PT Berdikari dan PT PPI.
"Jadi begitu keputusan pemerintah selaku regulator," imbuhnya.
Baca Juga : NTP Cetak Rekor Tahun 2025, Tembus 125,35
Menteri Pertanian Andi Amran sebelumnya juga meminta Bulog memperkuat penyerapan dan distribusi hasil panen raya petani. Bulog diharapkan mampu membeli gabah panen dengan harga yang menguntungkan bagi para petani.
Menurut Amran, saat ini Kementan tengah fokus pada pemenuhan pangan dalam negeri untuk menekan kebijakan impor. Dua di antara komoditas yang ditargetkan adalah padi dan jagung sebagai komoditas strategis nasional.
"Jangan sampai kita terlalu bersemangat pada impor daging kerbau tapi serap gabah dan jagung hasil panen raya petani malah tidak berdaya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News