Perwira LPMT

Bincang Sejarah dan Budaya, Guru Besar ANU Ungkap Peradaban Makassar Abad 17 Hampir Setara Belanda

diskusi sejarah dan budaya yang mengusung tema “Geo Agraris – Politik Sulawesi Selatan dalam Perspektif Lokal dan Global” yang digelar Perkumpulan Wija La Patau Matanna Tikka (Perwira LPMT), Minggu 14 Agustus di Hotel Claro Makassar/IST

Belanda dan Makassar sudah hampir sama pada abad 17

PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR- Bincang Sejarah dan Budaya yang digelar Perkumpulan Wija La Patau Matanna Tikka (Perwira LPMT), mengungkap jika pada abad ke-17, peradaban Makassar sudah setara dengan Belanda kala itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Australian National University (ANU), Prof. Emeritus Campbell Macknight saat menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi sejarah dan budaya yang mengusung tema “Geo Agraris – Politik Sulawesi Selatan dalam Perspektif Lokal dan Global”.

Hadir pula Dr. Kathryn Wellen dari KITLV Leiden yang juga menyatakan pendapat serupa dengan yang disampaikan Emeritus.

Baca Juga : Bunga Rampai Jadi Simbol Pemikat pada Upacara HUT RI ke-78 di Kota Makassar

" Belanda dan Makassar sudah hampir sama pada abad 17. Bahkan sebelum Belanda menduduki Indonesia, Sulawesi sudah lebih dikenal di luar,"kata Campbel, Minggu 14 Agustus di Hotel Claro Makassar.

Nama Makassar sendiri lanjut Campbel sudah akrab didengar oleh para pedagang di Pelabuhan Gowa kala itu. Begitu juga di Somba Opu dan sekitar kawasan Maccini Sombala.

Baca Juga : Dukung Total Festival Budaya Perwira La Patau di Soppeng, Andi Kaswadi: Ini Masalah Harga Diri

"Beberapa kapal juga sudah berlayar di luar dan sudah sering mengatakan nama Makassar. Beberapa sumber Belanda tidak mengacu sumber tertentu, tapi senua sudah menyebut Makassar,"katanya.

Artinya peradaban di Makassar sudah begitu maju kala itu. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana kekayaan rempah-rempah di Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat Makassar sebagai sebuah kerjaan besar makin memliki nama di luar.

Baca Juga : Finalisasi Pegelaran Seni Budaya Internasional, Perwira LPMT Road Show ke Soppeng-Bone

Ketua Umum Perwira, Muh. Sapri Pamulu, PhD., dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Bincang Sejarah dan Budaya kali ini merupakan rangkaian perayaan hari Masyarakat Adat Dunia yang jatuh pada 9 Agustus lalu.

"Sekaligus menyambut perayaan 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI yang ke-77,"katanya. Selain itu kegiatan dimana mengundang sejumlah akademisi kampus ini juga bagian dari pemanasan untuk kegiatan pertemuan Wija Raja La Patau (Perwira LPMT) yang akan diadakan tahun depan di 2023 di Soppeng.“Kegiatan berikutnya di bulan September adalah peringatan haul 308 tahun wafatnya La Patau Matanna Tikka di Soppeng dan Bone,” tambah Sapri Pamulu.

Hadir sebagai moderator dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Andi Muh.Akhmar, SS, M.Hum. Kegiatan ini dihadiri pula Raja Andi Mappanyukki, akademisi dan penulis buku lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru