PKS Belum Bersikap Antara Gabung Atau Jadi Oposisi Pemerintahan Prabowo-Gibran

ist

Menurut Syaikhu, sejauh ini belum ada sikap resmi PKS akan menjadi oposisi atau koalisi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

PORTALMEDIA.ID - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengungkapkan kemungkinan partainya akan mengambil sikap koalisi atau oposisi ditentukan Majelis Syuro atau Badan Pekerja Majelis Syuro, yaitu Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).

Menurut Syaikhu, sejauh ini belum ada sikap resmi PKS akan menjadi oposisi atau koalisi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Saya sebagai pelaksana saja. Kalau memang itu, apapun hasilnya kita eksekusi di DPP," tutur Syaikhu dikutip, Kamis (25/4/2024).

Baca Juga : PKS Mulai Kaji Wacana Pilkada Lewat DPRD dan Pemilu Tertutup

Sejauh ini, lanjut Syaikhu, di internal partainya belum ada pembicaraan mengenai sikap PKS terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

"Namanya juga ini baru saja diputuskan (Putusan sengketa pilpres oleh MK) juga kan," lanjut Syaikhu.

Ditanya sikap Muhaimin yang akan merapat ke Prabowo, Syaikhu menilai tiap partai memiliki independensi, PKS akan menghormati sikap yang diambil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Baca Juga : Mardani Ali Sera Dukung Lembaga Independen Pengawas ASN, Peringatkan Bahaya Politisasi Birokrasi

"Kita juga menghormati pilihan Pak Muhaimin seperti itu, atau pilihan Partai Nasdem seperti apa. Kami pun ya kan independen untuk menentukan sikap-sikap kami," terang Syaikhu.

Syaikhu mengaku dalam waktu dekat belum ada jadwal bertemu dengan Prabowo. Namun, PKS mengundang para pimpinan partai ke acara halal bihalal partainya.

"Mudah-mudahan sih semuanya pada datang. Jadi sekaligus sebagai ajang untuk silaturahmi," ujar Syaikhu.

Baca Juga : PKS Tampung Aspirasi 13 Asosiasi Haji-Umrah Terkait RUU PIHU

Disinggung tentang hak angket. Syaikhu mengaku masih terus dilakukan sepanjang ada partner untuk mewujudkan hak tersebut. Sebab, kata dia, syaratnya harus diajukan 2 fraksi dan PKS siap dengan siapapun untuk berjuang, karena untuk meluruskan demokrasi ke depan agar tidak terulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru