Workshop Moderasi Beragama Ajak Pemuda Waspada Radikalisme
Workshop Moderasi Beragama dianggap penting untuk mentransfer nilai-nilai beragama secara menyeluruh kepada pemuda untuk terhindar dari perspektif radikalisme
PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR - Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Indonesia Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar workshop “Moderasi Beragama” di gedung Auditorium, Selasa (16/8).
Sebanyak 500 mahasiswa mengikuti workshop yang dihadiri oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda (Kemenpora) Prof Faisal Abdullah.
Saat menyampaikan pidato, Faisal memetakkan konsep modarasi beragama yang lahir dari persfektif radikalisme.
“Kita sebagai umat beragama harus menepis hadirnya radikalisme yang sangat berpengaruh pada moderasi beragama,” ucapnya.
Mahasiswa katanya sebagai pemuda penerus nilai - nilai agama, harus mengembangkan pemahaman sesuai dengan syariat islam.
“Hadirnya radikalisme kan karena banyak masyarakat yang masih percaya pada ajaran orang terdahulu tanpa berlandaskan pada literasi atau dasar agama itu sendiri,” pungkasnya.
Baca Juga : Menag Minta Sindikat Uang Palsu di UIN Makassar Dihukum Berat
Untuk menghadirkan persfektif selaras antar manusia tentang beragama. Anak muda membangun pemahaman yang setara dan menyeluruh tentang konsep beragama.
“Ini dilakukan agar tidak ada kekerasan yang terjadi dalam mempertahankan pamahaman masyarakat atau menjadi fanatik dalam menanamkan nilai - nilai beragama,” pungkasnya.
Sebab, hadirnya radikalisme ditengah masyarakat akan menjadi boomerang bagi lingkungan dan dunia sosial.
Baca Juga : Polisi Periksa Pengusaha dan Politisi Makassar Terkait Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin
“Bagus kalau mereka yang menjujung radikalisme dalam ranah organisasi, karena bisa dibubarkan atau diberantas. Tapi, kalau dia bersifat individu. Susah untuk dideteksi. Nah, ini yang berbahaya,” jelasnya.
Jika disandingkan dengan perspektif keberagaman tutur Faisal, akan melahirkan perbedaan dan disharmoni.
“Makanya, kita harus me-manage keberagaman. Dengan cara apa? Yah ini, kita mengunjungi beberapa daerah untuk membicarakan tentang moderasi beragama. Misalnya saat ini, yang hadir sekita 500 orang, sedikit-sedikit akan menjadi banyak dan sepaham,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News