BSI Lihat Prospek Bisnis Emas Sangat Menjanjikan
Bisnis pembiayaan emas di BSI, gadai emas dan gold investment, per April 2024 tumbuh 30,5% secara tahunan (YoY).
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melihat kenaikan harga emas yang terjadi belakangan ini menjadi momentum untuk mendongkrak bisnis terkait emas.
Bank syariah terbesar di tanah air ini melihat prospek bisnis emas sangat menjanjikan.
Dalam kondisi harga emas yang melambung, Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarna mengatakan, bisnis pembiayaan emas di BSI, gadai emas dan gold investment, per April 2024 tumbuh 30,5% secara tahunan (YoY).
Baca Juga : BSI Optimalkan Layanan E-Channel, Permudah Pelunasan Haji Tahap I
Secara rinci, untuk produk gadai emas, BSI mencatat pembiayaannya senilai Rp 5,1 triliun per Maret 2024. Sementara, untuk produk cicil emas, pembiayaannya senilai Rp 2,74 triliun untuk periode yang sama.
“Masyarakat sadar bahwa harga emas meningkat terus sehingga mereka berpikir dapat menjadi alternatif lindung nilai,” ujar Anton.
Untuk menangkap momentum tersebut, BSI pun menawarkan program khusus bagi nasabah yang payroll disalurkan melalui BSI dan nasabah prioritas eksisting dengan program DP 0%. maupun nasabah prioritas BSI.
Baca Juga : BSI Sepakati Kerja Sama dengan Wahdah Islamiyah
Dengan jumlah nasabah aparatur sipil negara (ASN) yang sudah payroll di BSI sebanyak lebih dari 300.000 pegawai, Anton optimistis bisnis pembiayaan emas masih akan terus tumbuh dengan baik.
"Apalagi jika melakukan pembiayan gadai maka kenaikan harga emas akan meningkatkan FTP pembiayaan gadai emas," ujarnya.
Namun, ia melihat tantangan bisnis emas ini tentu saja tetap ada. Salah satunya adalah ada dengan semakin bertambahnya kompetito yang akhirnya menjadi motivasi bagi BSI untuk terus berkembang.
Baca Juga : BSI Targetkan 6,7 Juta Rekening Tabungan Haji 2025
"Untuk bersaing di tengah kompetisi yang ketat di bisnis tabungan emas kami akan meluncurkan fitur-fitur emas yang sesuai dengan kebutuhan nasabah," tandasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News